Diet Setelah Melahirkan

Ingin menurunkan berat badan setelah melahirkan dan kualitas ASI tetap baik? Ada panduannya, Ma.

Menurut Ines Y. Gulardi Msc., nutritionist, penurunan berat badan yang berlebih dan terlalu cepat sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Aktivitas menyusui sendiri sangat membantu penuruan berat badan, karena banyak kalori yang dikeluarkan. Dalam berdiet, Anda harus ingat prioritas utama: memberi ASI terbaik bagi bayi. Jadi, asupan makanan harus cukup, bernilai gizi baik, plus tidak berkalori terlalu tinggi.

Untuk menunjang kuantitas dan kualitas ASI saat berdiet:

- Diet seimbang. Selain karbohidrat dan sayuran, kita juga harus menambah sumber protein (yag juga sumber Vitamin B12 dan seng) setiap waktu makan, sekitar 25-50 gr. Minum sebanyak 1-2 gelas susu diteruskan, namun pilihlah susu rendah lemak.

- Selain kebutuhan energi meningkat, kita juga harus menambah asupan vitamin A dan C dari aneka buah dan sayuran. Misalnya, wortel, papaya, jeruk, mangga, tomat, brokoli, bokchoy, dan bayam.

- Mencukupi kebutuhan akan cairan. Minumlah segelas air setelah menyusui, dan 1-2 gelas air ketika makan.

Untuk membantu proses penurunan berat badan:

- Pilihlah camilan yang lebih bergizi tinggi, seperti bubur kacang hijau, kacang-kacangan, susu atau yogurt rendah lemak, dan buah potong. Hindari camilan yang banyak gula (donat, cake, dan tape) serta banyak lemak (goreng-gorengan).

- Jadwal makan harus teratur: Pagi pukul 08.00, siang pukul 12.00, serta malam pukul 18.00. jangan melewati makan malam, meski sedang berdiet. Kebiasaan makan tidak teratur justru membuat berat badan sulit turun.

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia