10 Kiat Sukses Liburan dengan Anak Berkebutuhan Khusus


 

Liburan adalah hal yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Seisi keluarga mulai dari orang tua sampai anak-anak akan melihat dan mencoba banyak hal baru sepanjang berlibur. Namun, kebaruan bisa menjadi hal yang membingungkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Liburan yang harusnya menyenangkan, bisa berubah menjadi momen diluar dugaan yang diisi dengan tantrumnya.
 
Lantas bagaimana Anda bisa mengatur liburan bersama anak berkebutuhan khusus? Berikut ini adalah panduan mengajak anak berkebutuhan khusus untuk bermain di luar, cara ini bisa Anda lakukan untuk memastikan liburan Anda bersama si kecil berjalan mulus.
 
Memilih Tujuan yang Nyaman
Pilihlah tempat yang nyaman untuknya. Anda bisa mengajaknya pergi ke taman bermain, taman safari, atau waterpark. Selain itu, Anda bisa memilih tempat berlibur yang berada dalam satu komplek dengan penginapan. Dengan begitu, apabila ia merasa harus segera istirahat, mudah bagi Anda untuk memenuhinya.
 
Melibatkannya saat Merencanakan Liburan
Anda bisa melibatkannya saat merencanakan liburan. Beritahu padanya akan ke mana saja keluarga akan pergi dan bersama siapa saja. Beri gambaran juga apa yang bisa ia lakukan di sana dan bila perlu tunjukkan foto-foto agar ia punya gambaran. Anak-anak berkebutuhan khusus cenderung memiliki kesulitan dalam beradaptasi di tempat baru, sehingga briefing ini sangat diperlukan. Ceritakan juga padanya transportasi apa yang akan digunakan serta berapa lama perjalanan ditempuh.
 
Keep It Simple
Anda mungkin merencanakan liburan berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Misalnya saja dari Denpasar ke Ubud lalu ke Kuta. Ini akan melelahkan baginya. Terlebih, ia harus beradaptasi lagi dan lagi. Sebaiknya pertimbangkan tinggal di satu tempat saja ketimbang harus berpindah-pindah. Maka dari itu penting bagi Anda untuk menentukan tempat wisata yang tersedia di sekitar lokasi Anda menginap.
 
Satu Tujuan dalam Sehari
Tenaga Anda mungkin masih sangat banyak untuk menjelajahi banyak tempat dari pagi hingga malam. Namun sebaiknya pertimbangkan apakah si kecil bisa mengikuti semua ini. Relakan hanya mengunjungi satu tujuan dalam sehari. Selesaikan semua aktivitas sebelum malam. Inti dari berlibur adalah bersantai. Maka santailah sedikit.
 
Isi Koper dengan Kebutuhan Si Kecil
Jika Anda tahu bahwa anak Anda tidak bisa menggunakan sprei lain, maka bawakan sprei miliknya sendiri. Begitu juga dengan perlengkapan makan dan lainnya. Ia akan berpotensi menolak bila tidak terbiasa dengan apa yang sering ia gunakan setiap hari di rumahnya.  Bila ia harus membaca cerita sebelum tidur, maka jangan lewatkan untuk membawa buku cerita favoritnya. Koper Anda mungkin akan penuh. Tapi, si kecil akan lebih nyaman.
 
Briefing Saat Sarapan
Beri si kecil pengetahuan akan aktivitas apa saja yang akan keluarga lakukan dalam satu hari. Beri ia gambaran tentang apa yang ada di lokasi tujuan Anda agar ia tidak ‘buta’. Lakukan ini saat sarapan.
 
Sistem Reward
Agar si kecil makin senang, Anda bisa menawarkan sistem reward padanya saat menjelaskan tentang rencana liburan. Misalnya saja dengan mengatakan, “Setiap kita selesai melakukan semua aktivitas menyenangkan hari ini, kamu bisa makan kue favoritmu di malam hari saat akan istirahat.”
 
Mengulangi Beberapa Kegiatan yang Disukainya
Beberapa anak berkebutuhkan khusus sangat nyaman akan pengulangan. Maka dari itu, gunakan kiat ini untuk mengisi liburan Anda. Misalnya saja, mengajaknya bermain ayunan di tempat yang sama keesokan harinya. Atau membelikan es krim yang ia suka di tempat yang sama seperti kemarin pula. Ini akan membuatnya lebih mudah untuk melewati liburan yang penuh dengan hal baru serta spontanitas.
 
Fleksibel : Plan B, C, D, dan Seterusnya
Menjadi fleksibel adalah kunci keberhasilan berlibur dengan anak berkebutuhan khusus. Anda mungkin sudah sangat antusias merencanakan semua destinasi menarik, tempat kuliner yang indah, dan lain sebagainya. Namun, semua itu bisa berubah jika si kecil tampak tak nyaman. Segera beralih ke rencana lainnya.
 
Tinggalkan Kecemasan Anda
Anda mungkin cemas bahwa si kecil akan tantrum di depan banyak orang, atau tiba-tiba ia menolak untuk diajak bertamasya. Sebaiknya hilangkanlah semua kecemasan Anda. Ingat, liburan adalah untuk bersantai. Jangan terbebani dengan perasaan kesal Anda karena tidak semua rencana Anda terpenuhi.
 
Selamat berlibur !
 
Baca juga:
Liburan Keluarga Bersama Anak Berkebutuhan Khusus, Why Not?
Teman Untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Toko Khusus Diet Anak Berkebutuhan Khusus
Anak Berkebutuhan Khusus, Terapi di Mana?
Daftar Prasekolah Anak Berkebutuhan Khusus
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 
 
 

 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia