3 Masalah saat Anak Belajar Toilet Training


dok. Fotosearch
Tips toilet traning untuk anak sudah dijalankan dan metode yang cocok juga sudah dipilih. Tetapi, anak masih saja mengalami masalah dengan toilet training. Pasti Anda bertanya-tanya kenapa hal ini bisa terjadi. Ada 3 alasan umum anak merasa kesulitan saat potty training. Berikut alasannya:

1. Takut atau cemas saat BAB
Buat anak, pipis di toilet tidak masalah, namun ia tidak mau BAB disana. Ada 3 kemungkinan soal ini:

- Ia belum siap
Menahan BAB di toilet sering terjadi pada beberapa anak karena mereka memang belum siap. Anak malah menghabiskan waktu berlama-lama duduk di toilet tapi tidak BAB. Dukungan dan dorongan dari Anda agar ia mau melakukannya akan sangat membantu.

- Takut merasa sakit
Anak mungkin mengalami konstipasi sehingga membuatnya tidak nyaman saat BAB. Karena itu, ia lebih memilih untuk menahan. Kalau Anda tetap memaksanya, keadaan bisa jadi lebih buruk. Untuk mengatasinya, biasakan anak mengonsumsi sayur, buah, makanan berserat, serta minum cukup air.

- Ia masih terlalu kecil
Duduk di toilet saat BAB pastinya lebih lama daripada saat buang air kecil. Tubuhnya yang masih kecil membuatnya kurang nyaman ketika berlama-lama duduk di atas toilet, dengan tangan menahan dan kaki menggantung. Untuk membantunya, Anda bisa sediakan potty seat sesuai ukurannya serta tambahan pijakan kaki.

2. Takut tak beralasan
Ada anak yang merasa nyaman saat harus BAB di toilet pada siang hari, tapi mereka menolak duduk berlama-lama di toilet saat malam hari karena lampunya suram,  kamar mandinya dingin atau  takut dan jijik melihat kotoran mereka sendiri, atau seram mendengar bunyi air yang menyiram toilet.

Solusinya, jika ia ngeri dengan suasana kamar mandi saat malam hari, Anda bisa ubah pencahayaan jadi lebih terang. Anda juga perlu berada di dekatnya agar anak merasa aman.

3. Merasa kecewa
Proses mengajari anak terampil potty training tidak selalu berjalan lancar. Kadang, ketika anak menunjukkan tanda-tanda ingin buang air kecil atau BAB dan Anda mengajaknya ke kamar mandi, pertahanan anak ‘jebol’ duluan sebelum mencapai toilet. Yakinkan anak, bahwa hal seperti ini biasa terjadi dan lain kali ia pasti biasa.


Baca juga:
Agar Kebutuhan Serat Anak Terpenuhi

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia