Keuntungan Anak Tidur Berkualitas

Meski tampak menggemaskan, jangan pernah berpikir untuk mengganggu anak saat ia sedang tidur, Ma. Di masa pertumbuhannya, anak membutuhkan tidur berkualitas. Ini alasannya:

• Lebih bahagia
Penelitian di University of Massachusetts menyebutkan bahwa kehilangan setengah jam waktu tidur secara teratur menyebabkan peningkatan perasaan depresi dan rendah diri di antara sekelompok anak usia sekolah. Jadi, jangan heran kalau anak akan tampak uring-uringan sepanjang hari kalau ia kurang tidur, Ma.

• Jantung sehat
Anak suka mendengkur? Hati-hati, Ma, karena menurut penelitian terbaru di Australia, anak yang mendengkur ringan sekalipun memiliki tekanan darah dan detak jantung lebih tinggi dibanding anak yang tidak mendengkur. Para peneliti menduga salah satu penyebab mendengkur pada anak-anak ini adalah karena sering terbangun di malam hari.

• Berat badan ideal
Balita yang memiliki waktu tidur kurang dari 12 jam sehari memiliki kemungkinan hingga dua kali lebih banyak untuk kelebihan berat badan pada usia 3 tahun dibandingkan mereka yang waktu tidurnya lebih dari 12 jam. Demikian hasil penelitian Harvard Medical School. Studi lain menemukan bahwa setiap tambahan jam tidur anak-anak, melampaui jam tidur yang dianjurkan, dapat menurunkan risiko kelebihan berat badan sebesar 9 persen.

• Otak lebih encer
"Dengan tidur yang cukup, anak biasanya akan menggunakan tiga atau empat area otak untuk menyelesaikan tugas," kata Dennis Molfese, Ph.D., yang meneliti jadwal tidur dan tingkat respons anak-anak usia 4 sampai 8 tahun. Tapi, kurang tidur membuat otak kurang terkoordinasi dan efisien. Melewatkan hanya satu jam tidur setiap malam selama seminggu, dapat memiliki menurunkan kemampuan berkonsentrasi pada anak.

• Meningkatkan kekebalan tubuh
Studi pada orang dewasa menunjukkan bahwa tidur malam kurang dari 8 jam sehari dapat membuat mereka 3 kali lebih rentan terkena flu. Hal yang sama juga bisa terjadi pada anak-anak, demikian kata Jodi Mindell, direktur asosiasi Sleep Center di The Children’s Hospital of Philadelphia.

• Mengurangi risiko cedera
Ternyata, anak yang lelah (karena kurang tidur), memiliki risiko 2 kali lebih banyak untuk mengalami cedera atau kecelakaan dibanding teman mereka yang segar karena cukup tidur. Demikian dikatakan para ilmuwan di University of Rochester School of Nursing.

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia