Lindungi Anak dari Gigitan Nyamuk

Jangan biarkan kulit si kecil memerah atau muncul bentol akibat terkena gigitan nyamuk. Untuk melindungi kulit dari gigitan serangga, tak perlu menggunakan obat mahal. Ini caranya!

  • Cegah nyamuk berkembang biak. Wadah-wadah air adalah tempat nyamuk bertelur. Makanya, bersihkan airnya setiap dua hari. Di halaman rumah Anda, telungkupkan kolam plastik dan bersihkan semua saluran air.
  • Gunakan kawat nyamuk. Kawat nyamuk harus terpasang rapat (tanpa lubang) pada pintu dan jendela. Jika mungkin, tinggallah di dalam rumah dari sore sampai malam (pukul 17.00 sampai pukul 21.00), saat nyamuk sedang lapar-laparnya.
  • Jika Anda keluar rumah pada malam hari dan cuaca tak terlalu panas, pakaikan si kecil kaus lengan panjang dan celana panjang yang terbuat dari katun dan menyerap keringat.
  • Tolak terus! Produk-produk yang mengandung DEET (diethyltoluamide) tahan paling lama. Tapi jangan mengoleskannya secara berulang kali, dan ketika semua orang ada di dalam rumah, bersihkan kulit yang diolesi lotion anti nyamuk dengan air dan sabun. Atau pilih cara alami: Lotion anti nyamuk yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan (misalnya minyak kacang kedelai) bisa bekerja selama 90 menit serta aman untuk dioleskan secara berulang kali.
  • Bahkan ketika Anda telah melakukan semua hal ini, anak Anda bisa saja digigit nyamuk. Bersihkan saja area tersebut dengan sabun dan air, dan kurangi rasa gatalnya dengan krim calamine atau cortisone. Tapi, segera hubungi dokter begitu anak Anda demam atau tidak enak badan setelah digigit nyamuk. -jan sheehan
Baca juga: Pertolongan Pertama Saat Anak Terluka

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia