Daya Ingat Bayi

Masih ingatkah Anda seputar apa yang terjadi sebelum usia 3 tahun? Kemungkinan besar, sih, tidak. Nah, ketidakmampuan mengingat semacam ini disebut infantile amnesia. Menurut Jean Piaget, pakar psikolog perkembangan anak, seseorang tidak mengingat apa yang terjadi pada waktu itu karena perkembangan otak memang belum matang.


Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, para ahli bisa membuktikan bahwa bayi juga punya daya ingat yang baik. Misalnya, ketika Anda memberinya mainan yang akan berbunyi saat ditendang. Nah, bunyi tersebut akan menarik perhatian anak, sehingga ia akan mengulangi tendangannya lagi dan lagi. Jika mainan tersebut tidak diberikan selama beberapa waktu (sekitar 2 hari pada bayi usia 2 bulan hingga 13 minggu pada bayi usia 18 bulan), lalu diberikan lagi, besar kemungkinan bayi akan berusaha menendangnya lagi untuk memunculkan bunyi yang sudah dikenalnya. Apa artinya? Ini menunjukkan, bayi ingat cara memainkan mainan tersebut.

Kalau pun anak bisa mengingat sesuatu, kenapa daya ingatnya tidak bisa bertahan lama? Para ahli memperkirakan, mungkin ini terjadi karena situasi saat anak belajar cara memainkan mainan tersebut tidak sama dengan situasi ketika ia harus mengingat kembali. Belum lagi kalau hal tersebut sudah lama sekali terjadi. Ditambah lagi, dulu anak bicara secara nonverbal alias tidak menggunakan bahasa ucapan. Setelah besar, ia akan bicara secara verbal. Akibatnya, kemampuan daya ingatnya pun akan berbeda lagi.

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia