4 Tanda Bahaya Pasangan Selingkuh


Baru-baru ini kita dikejutkan dengan pemberitaan mengenai skandal yang dilakukan oleh salah seorang pejabat publik kita. Tentu banyak pihak yang menyayangkan hal ini. Apalagi pemangku amanat di pemerintahan  seharusnya dapat memberi contoh perilaku yang baik pada rakyatnya. Namun, seandainya kita  mau memandang dari perspektif lain, hal ini seolah membuka mata kita bahwa siapapun dapat  tergelincir ke arah perselingkuhan. Tak peduli dari kalangan mana ia berada.  Dr. Jane Greer, seorang pakar pernikahan dan seks terapis mengemukakan bahwa selama 20  tahun memberi konseling, ia mengidentifikasi baik laki-laki maupun perempuan sama-sama  memiliki kecenderungan untuk berbuat curang. "Saya telah melihat ratusan pasangan memasuki satu wilayah yang saya sebut sebagai Zona Curang," ungkap Greer yang juga  penulis buku What About Me? Stop Selfishness From Ruining Your Relationship."

Zona  Curang adalah wilayah di mana salah satu pasangan tidak mendapat apa yang mereka inginkan dari hubungan mereka. Kekecewaan menyebabkan mereka mencari pembenaran bahwa,"Saya berhak bahagia." Greer memberikan beberapa saran untuk mencegah perselingkuhan terjadi, bahkan tidak  tergoda  sama sekali untuk melakukannya. Namun Anda perlu mencermati tanda bahaya di antaranya berikut ini.
 
1. Hubungan tak lagi menjadi prioritas
Dulu, ketika awal perkenalan, Anda dan pasangan sama-sama bersemangat untuk saling mendengarkan cerita tentang diri masing-masing. Hingga nyaris tak ada hal yang lebih penting daripada kebersamaan Anda berdua. Jika kemudian hal ini memudar, saat menghabiskan waktu bersama ternyata gadget terlihat lebih menarik daripada saling bertatap muka dengan pasangan, Mama dan Papa perlu membuat prioritas ulang. Menurut Greer, pada beberapa kasus, Anda perlu melakukan perubahan besar untuk menyelamatkan perkawinan Anda. Jika Anda keberatan dengan sikapnya yang dingin, ajak ia berkomunikasi dan jangan segan untuk mengungkapkan perasaan Anda. “Bisa jadi suami Anda tidak menyadari bahwa sikapnya membuat Anda merasa diabaikan,” ungkap Greer. Selain itu, beri ia saran dan masukan bagaimana Anda ingin diperlakukan sebagai istri dan pasangan untuknya. Bisa juga dengan membuat kesepakatan untuk menyisihkan waktu setiap malam, supaya Anda berdua memiliki kesempatan saling berbagi cerita dan pengalaman berdua.   
 
2.  Tidak lagi saling bicara
Setiap hubungan intim akan memiliki saat konflik. Saat marah, mungkin pasangan Anda pernah melontarkan perkataan, “Terserah!” dengan nada yang tidak ingin Anda dengar. Jika hal ini terjadi, bisa jadi ia merasa bahwa Anda belum dapat memahami sepenuhnya perspektif masalah dari sudut pandang ia.

Mulailah menghampirinya dengan mengatakan maksud Anda. Bahwa Anda ingin berkompromi dan menemukan jalan keluar dari perselisihan yang selama ini mendera. Mungkin dengan cara ini, Anda tidak akan mendapat solusi yang sama persis seperti keinginan Anda, tapi setidaknya Anda sudah menunjukkan kesediaan untuk menyelamatkan hubungan bersama pasangan.
 
3. Tidak mendapatkan kepuasan seksual
Gairah seksual yang menurun bisa disebabkan oleh beberapa permasalahan.  Diantaranya rasa lelah karena kesibukan sehari-hari, libido yang melemah, serta permasalahan keluarga. Namun, Anda perlu mencari tahu sebab pastinya. Perubahan penampilan  setelah melahirkan anak juga merupakan faktor penyumbang rasa tidak percaya diri Mama di depan pasangan. Untuk itu, Anda perlu memunculkan persepsi dari dalam diri Anda sendiri bahwa Anda masih menggairahkan.  

Penuhi hak diri Anda untuk bersenang-senang, untuk  memunculkan energi  positif yang meredup karena stres dan berbagai timbunan masalah. Luangkan waktu menghabiskan masa liburan bersama teman-teman, olahraga di akhir pekan, atau mendengarkan musik kegemaran. Supaya pikiran Anda kembali fresh, sehingga memancarkan aura yang lebih segar.

Jangan ragu untuk mengambil inisiatif dalam memulai hubungan seks. Karena kebutuhan seks bukan hanya hak kaum laki-laki, tapi siapa saja berhak untuk merasa butuh, termasuk Mama. Membangkitkan kembali hubungan seks yang sama-sama memuaskan kedua belah pihak akan dapat memperbaiki hubungan yang selama ini merenggang.
 
4.  Tak lagi memanjakan fantasi masing-masing
Rasa tidak puas pada hubungan seksual, akan membuat seseorang tergoda mencari kepuasan di tempat lain. Mungkin sesekali pasangan memiliki fantasi seks yang sedikit ‘aneh’ menurut Anda. Tak perlu buru-buru ditolak. Bicarakan jika Anda tidak menyetujui hal itu, tanpa membuat perasaannya tersinggung. Jika Anda yang merasa tak puas dan ingin agar ia lebih agresif, misalnya, Anda pun tak perlu malu mengungkapkannya. Komunikasikan masalah seks ini sesegera mungkin tanpa menunggu terlalu lama demi menciptakan kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga Anda.

Foto: pixabay

Baca juga: Suami Alami Puber Kedua, Inikah Tandanya?

 
 
 
 
 
 

 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia