4 Tip Atur Rumah Tanpa Asisten Rumah Tangga


Sejak selepas lebaran, keluarga Anda tak lagi memiliki asisten rumah tangga (ART). Si Mbak memutuskan tak kembali karena harus menetap di kampungnya. Sedih tentu, apalagi di rumah ada si kecil yang masih berusia 4 tahun. Awalnya, semua terasa berat sekali. Baju kotor menumpuk, rumah berantakan, mainan si kakak bertebaran di mana-mana, dan bak cuci piring selalu penuh piring dan panci kotor. Aduh, kok, jadi begini, ya? Jalan keluarnya, mau tak mau, Anda harus memberdayakan seluruh keluarga, dan mandiri tanpa ART. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan agar keluarga Mama dapat bertahan tanpa ART. Tenang, bisa, kok!

1. Tata kembali aturan keluarga
Sejak tak ada ART, setiap anggota keluarga harus bertanggung jawab dengan kebutuhan sendiri sesuai kemampuan. Misal, si kakak yang sudah berusia di atas 7 tahun harus membereskan mainan dan tempat tidurnya sendiri, papa membantu pekerjaan rumah tangga sederhana seperti menyapu, mencuci piring, atau mencuci pakaian dengan mesin cuci, sementara mama mengurus adik, berbelanja kebutuhan harian, memasak, menyeterika, dan membereskan pekerjaan rumah tangga yang lain.

2. Tetap terorganisir
Mulai saat ini, semua barang harus berada sesuai tempatnya. Tidak ada lagi baju kotor yang bertebaran, harus dimasukkan ke keranjang cucian. Piring kotor harus diletakkan di bak cuci piring. Mainan harus kembali ke kotak penyimpanan. Saat semua anggota keluarga dapat menaati aturan ini, pekerjaan membereskan rumah menjadi lebih ringan.

3. Sediakan beberapa benda ekstra
Misalnya, keluarkan set sendok garpu dan piring lebih banyak untuk mengurangi keharusan mencuci berkali-kali yang menyita waktu, beli beberapa cadangan botol minum anak agar tak kesulitan menyiapkan bekal minumnya, siapkan ekstra lap untuk membereskan meja dan dapur, siapkan boks atau ember lebih untuk menampung pakaian kotor dan alat makan kotor yang tidak bisa dicuci segera, dan seterusnya.

4. Buat jadwal rutinitas mengurus anak-anak dan pekerjaan rumah tangga
Misalnya, menyiapkan sarapan pagi pukul 05.30, membangunkan si kakak dan memintanya membereskan kamar setelah selesai memasak, menyuapi anak pukul 07.30, membereskan dapur setelah anak makan, dan seterusnya. Saat mama sudah memiliki rutinitas sendiri untuk dipenuhi, pekerjaan rumah tangga terasa lebih terarah. (foto: 123rf)

Baca juga : Bila Asisten Rumah Tangga Hamil

Ketika Pengasuh Anak Punya Pacar

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia