Tipe Wanita Berisiko Tinggi Kanker Payudara


Mengalami kanker payudara bisa jadi pengalaman hidup yang sangat sulit bagi wanita. Tak hanya menimbulkan sakit, tapi depresi juga kerap menerpa. Bahkan terlintas di pikiran, andai saja payudara yang digerogoti sel-sel ganas kanker dapat ditanggalkan begitu saja, layaknya melepas arloji saat tangan mulai alergi. Namun tak sesederhana itu. Untuk terbebas dari kanker, harus melalui proses pengobatan panjang, misalnya kemoterapi yang dilakukan berkali-kali dan perlu waktu dalam hitungan tahun.

Pada dasarnya, setiap wanita dapat terserang kanker payudara. Namun para ahli menemukan beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker payudara sebagaimana dipaparkan di situs kidshealth.org:
  • Riwayat keluarga: wanita yang ibunya, saudara perempuan, bibi, atau anak perempuannya terkena kanker payudara berpotensi besar mengalami kanker payudara
  • Usia: Pertambahan usia juga meningkatkan  potensi kanker payudara.
  • Gaya hidup: Wanita yang merokok, makan-makanan berlemak tinggi, minum alkohol, kurang olahraga, serta perilaku gaya hidup tak sehat lainnya, juga memberi peluang bagi sel-sel kanker payudara.  
Selain itu, dari e-buletin Kementerian Kesehatan RI, ada beberapa faktor risiko kanker payudara, antara lain:
  • Mulai haid pertama di bawah usia 12 tahun
  • Wanita tidak menikah, tidak punya anak, dan tidak menyusui
  • Melahirkan anak pertama pada usia di atas 30 tahun
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal dan atau mendapat terapi hormonal dalam waktu yang cukup lama.
  • Usia menopause lebih dari 55 tahun.
  • Pernah operasi tumor jinak payudara.
  • Wanita yang mengalami stres berat
  • Konsumsi lemak berlebihan, konsumsi alkohol berlebihan.
  • Perokok aktif & pasif.
Pada stadium awal umumnya kanker payudara tidak menunjukkan gejala yang mengganggu. Tapi bisa juga muncul benjolan yang tak sakit di sekitar payudara. Memang, tidak setiap benjolan adalah kanker, namun langkah paling aman bagi Anda adalah memeriksakan diri ke dokter bila menemukan benjolan atau perubahan pada payudara.

Masih enggan untuk periksa ke dokter? Anda mungkin perlu didorong perkataan Niccolo Machiavelli ini : “Awal penyakit sukar diketahui, mudah diobati. Penyakit yang sudah lanjut mudah diketahui, sukar diobati.” (Alika Rukhan)

 

Edisi Terbaru

Aku Indonesia

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia