Anak Harus Tahu Alerginya



Memang, Anda bisa memantau anak mengonsumi apa pun di rumah. Dan, begitu ia bertanya, “Apakah aku boleh makan ini, Ma? Mengapa tidak boleh? Emangnya ada apa dalam makanan ini?” Anda bisa langsung menjawabnya dan anak pun tidak akan mengonsumsi makanan yang diincarnya. Lalu, bagaimana kalau ia berada di sekolah atau sedang playdate? Berikut berbagai hal yang bisa Anda ajarkan pada anak (khususnya si prasekolah) untuk menghindari makanan yang memicu alerginya:


Bicarakan sejak dini
“Sebenarnya, orang tua bisa mengajarkan anak usia 2 tahun untuk mengatakan, ‘Nggak boleh makan kacang. Nanti, aku sakit’ atau ‘Nggak boleh ada telur dalam makananku’,” kata Todd Mahr, M.D., dokter alergi anak di Gundersen Lutheran Medical Center di La Crosse, Wisconsin. “Setelah ia sudah lebih besar, barulah Anda bisa berbicara tentang gejala-gejala yang mungkin timbul akibat mengonsumsi makanan yang menyebabkan alergi.” 

Melalui permainan 
Gunakan buku cerita bergambar, majalah, flyer dari toko, dan perjalanan ke supermarket sebagai media untuk bermain ‘Ayo, temukan makanan ini!’ bareng anak. Berikan petunjuk untuk membantu si kecil memahami makanan manakah yang harus dihindarinya. “Di rumah, Anda bisa menempelkan sticker pada berbagai makanan yang memang aman atau malah berbahaya baginya. Misalnya, hijau untuk ‘boleh dimakan’ dan merah untuk ‘tidak boleh dimakan,’” saran Dr. Mahr. Bisa juga, Anda buat laci atau lemari khusus untuk makanannya.

Berikan dia suatu skenario
Ciptakan berbagai skenario seputar hal ini, kata Elika Kormeili, terapis makanan alergi di Santa Monica, California. (“Mama jadi Mrs. Monica dan kamu jadi kamu sendiri, ya. ‘Alika! Bolehkah saya tawarkan kamu susu?’ Apa yang kamu harus katakan padanya, Sayang?’) “Dan, biasakan untuk selalu segera melakukan ‘RSVP’ begitu menerima undangan untuk si kecil,” kata Dr. Mahr. “Katakan pada mama dari anak yang berulang tahun atau menjadi tuan rumah playdate seputar alergi makanan anak dan tawarkan diri untuk membawa makanan yang aman bagi si kecil. Dengan begitu, si tuan rumah tidak perlu khawatir harus memisahkan makanan secara khusus.”

Tetap tenang
“Anak laki-laki saya menderita beberapa alergi makanan dan hal ini benar-benar membuat stres. Namun, saya, kan, harus tetap kuat, bersikap tenang, dan berpikir jernih agar ia bisa belajar untuk melakukan hal yang sama saat alerginya kambuh,” kata Lori Langer, registered dietitian di King of Prussia, Pennsylvania, yang mengambil spesialisasi alergi makanan. Untuk membuat hal tersebut terjadi, Langer memperkenalkan anaknya pada berbagai pengobatan yang harus dijalaninya begitu ia bisa berbicara. “Saya ingin ia mengerti bahwa agar ia sembuh, satu orang dewasa harus memberinya pengobatan. Ia tidak pernah merasa takut, dan saya rasa ini karena kami selalu mempersiapkan segalanya secara matang dan tetap tenang menghadapi situasi yang ada,” katanya lagi.

Beri surat khusus
DR dr. Zakiudin Munasir, Sp.AK, Konsultan Alergi-Imunologi Anak mengatakan, bila menderita alergi makanan tertentu, anak yang sudah mengerti bisa diberi penjelasan tentang bahayanya alergi makanan dan sebaiknya diberi surat keterangan dokter untuk gurunya, apalagi kalau ada acara makan bersama di sekolahnya.
 

 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia