4 Penyakit Anak di Musim Hujan




 

 
Musim hujan sudah tiba. beberapa kota, seperti Jakarta, sudah mulai sering disambangi hujan deras. Udara sejuk dan curahan air hujan bisa membuat anak-anak ingin main hujan-hujanan. tapi, sepertinya hampir semua mama melarang anaknya hujan-hujanan. Alasannya, karena air hujan kotor dan takut anak terkena demam atau pilek, atau penyakit lainnya yang biasanya menjadi langganan di musim hujan.

Sebenarnya, ada manfaatnya juga sesekali anak main hujan-hujanan. Saat bermain hujan, tubuh anak berupaya mengimbangi perubahan suhu yang drastis, sama juga dengan mandi air dingin. Dengan membiarkan anak sesekali bermain hujan, maka tubuhnya akan lebih mampu berdaptasi dengan hujan (suhu dingin).

Walau begitu, tetap saja kondisi tubuh anak harus diperhatikan jika mau bermain hujan. Jika anak sedang kurang sehat lalu hujanan-hujanan, maka daya tahan tubuhnya akan menurun dan menjadi lebih mudah sakit. Namun, sekalipun anak jatuh sakit karena bermain hujan, dalam beberapa hari tanpa diberi obat pun biasanya sudah sehat kembali.

Sebenarnya, bukan bermain hujan yang menyebabkan anak sakit, melainkan terpapar kuman penyakit dari air kotor, yaitu air hujan yang keluar melalui pancuran atap rumah atap atau air banjir yang terkontaminasi sampah dan bermacam kotoran.

Musim hujan, ditambah lagi genangan air atau banjir, membuat bakteri mudah berkembang biak dan menyebar. Ini dia 4 penyakit langganan yang kerap menyerang anak di musim hujan:

1. DIARE
Diare menyebabkan kondisi feses menjadi lebih cair. Frekuensi buang air besar pun menjadi lebih sering dalam sehari. Diare terjadi akibat kontaminasi bakteri pada makanan dan air minum. Tangani segera penyakit ini agar tidak menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak. Minta si kecil untuk rajin mencuci tangan sebelum makan dan selalu konsumsi air bersih. Dua hal itu bisa mencegah diare.

Baca juga: Atasi Diare pada Anak

2. LEPTOSPIROSIS
Kasus leptospirosis lebih sering muncul saat terjadi banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira yang berasal dari kotoran dan kencing tikus. Bakteri tersebut dapat menginfeksi manusia melalui kulit yang luka, mata, dan mulut. Maka dari itu jagalah anak Anda, jangan biarkan anak bermain di tengah banjir, ya!
 
Apa kaitan antara Leptospirosis dan banjir? Melansir dari www.ayahbunda.co.id, air banjir yang kotor dan bercampur limbah kemungkinan terkontaminasi urin tikus. Maka itu, jika anak-anak berenang di air banjir, dikhawatirkan dapat mengalami Leptospirosis. Individu yang terinfeksi Leptospira, umumnya menunjukkan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, muntah, penyakit kuning (kulit dan mata menguning), kemerahan pada mata, sakit perut, diare hingga ruam, yang baru muncul satu minggu setelah paparan. 

3. PENYAKIT KULIT
Lingkungan yang tidak bersih akibat pertumbuhan bakteri saat musim hujan bisa menimbulkan penyakit kulit. Kulit yang diserang oleh bakteri bisa terasa gatal dan muncul ruam kemerahan. Hati-hati terhadap genangan air setelah hujan, ya, Ma.
Baca juga: 5 Penyakit Kulit yang Biasa Dialami Balita

4. DEMAM BERDARAH
Kasus demam berdarah selalu meningkat pada musim hujan. Musim hujan membuat banyak genangan air yang menjadi sarang berkembangbiaknya jentik nyamuk Aedes Aegypti, yang merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit DBD Jangan lupa untuk menutup atau menguras wadah-wadah di sekitar rumah yang berisi air. Anda juga perlu tahu, Ini Tempat Persembunyian Nyamuk DBD di Rumah Anda.

Lalu, bagaimana gejala DBD pada anak-anak? Apakah ada ciri-ciri spesifiknya? Dijelaskan dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp. A(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam acara peringatan ASEAN Dengue Day 2021 beberapa waktu lalu, gejala DBD pada anak antara lain adalah demam akut atau mendadak, sakit kepala, batuk-pileknya lebih ringan dibandingkan pada gejala COVID-19, dan wajah anak merah khas.  

Ketahui lebih banyak gejala DBD dan COVID-19 di sini.

Baca juga: 
Langkah Penting Amankan Listrik Saat Banjir
Diare pada Anak

Penyakit Khas di Musim Hujan

Updated: Oktober 2021


Topic

#usiasekolah #kesehatan

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia