Kasus Anak Digigit Anjing, Ini Cara Menghindarinya!



Kasus anak di Malang yang meninggal akibat digigit Anjing Pitbull yang ramai dibicarakan di media massa, tentunya meresahnya banyak orang tua, terutama yang memiliki anak pencinta anjing.  Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua anjing bisa mengancam keselamatan anak, Ma. 

Apalagi sebenarnya memelihara anjing buat keluarga dapat mengajarkan banyak hal pada anak. Karena itu, jangan langsung melarang si kecil bermain dengan binatang kesayangannya. Kenali beberapa fakta berikut ini agar aman memelihara anjing di rumah dan anak terhindar dari gigitan binatang peliharaannya, seperti yang dikutip dari dogtime.com:

 
1. Pilih jenis anjing yang aman untuk dipelihara, meskipun menurut dogtime.com karakter anjing Pitbull sangat bersahabat dengan anak kecil, namun kedekatannya dengan anak-anak tetap perlu diperhatikan dan diawasi dengan baik oleh orang dewasa.

2. Perlu diingat setiap hewan, termasuk anjing  tentu memiliki karakter liar untuk melindungi dirinya sendiri ketika lapar, diserang musuh dan sebagainya sekalipun hewan tersebut berukuran mini dan sangat jinak.
 
3. Beri jarak aman bagi si kecil untuk dekat dengan anjing peliharaan. Mengajarkan anak untuk menyayangi hewan peliharaan memang penting, tapi jangan lupa ya Ma untuk selalu memberikan jarak aman ketika ia ingin bermain dengan anjing Anda. Jika si kecil ingin mengelus, ajarkan untuk mengelus anjing di bagian yang tepat dan aman tentunya kegiatan ini harus dalam pengawasan Anda.

Baca Juga:
Perlu Hati-hati dengan Hewan Peliharaan?

4. Ajarkan anak untuk menghindari anjing yang sedang marah, menggeram, memamerkan giginya, atau siap menerkam. Jangan lupa untuk ajarkan anak agar tidak menatap mata anjing, karena bisa membuat anjing justru membencinya.
 
5. Jangan biasakan anjing masuk ruangan, meski hal ini terasa sulit terutama bagi anak yang juga sangat menyayangi anjing peliharaannya namun demi keamanan si kecil cobalah untuk membuatkan ruangan khusus untuk anjing kesayangan Anda. Beri pagar pembatas agar si kecil tetap bisa bermain bersamanya.
 
6.    Ajarkan anjing untuk patuh pada tuannya, perlu upaya yang besar untuk melakukan hal ini tak jarang banyak orang yang tidak mau repot dan menyekolahkan anjingnya pada sekolah khusus agar berkelakuan baik pada tuannya. Sayangnya hal tersebut tidak menjadi jaminan, akan tetapi yang terpenting selalu ajarkan anjing Anda untuk patuh pada tuannya mulai dari hal-hal sederhana.

7. Perlukah anjing dikandang? Amankah jika hewan peliharaan seperti anjing ikut dipelihara di dalam rumah atau dengan kata lain satu ruangan dengan anggota keluarga kita? Menurut Kenny Roe yang merupakan pelatih anjing professional keputusan tersebut tergantung pada pemiliknya.

“Kalau yakin anjingnya baik-baik saja, silahkan dilepas. Kalau harus di lepas pemiliknya harus memiliki tanggung jawab untuk mengawasinya. Jika Anda tidak bisa mengawasi anjing peliharaan selama 24 jam, maka masukkan ke dalam kandang,” katanya.

Meski begitu, anjing yang dikandangkan tidak boleh terus berada di dalam kandang selama 24 jam. Usahakan mengeluarkan mereka dari kandang untuk sekadar bermain di taman saat pagi dan sore hari agar mereka tidak bosan. Dengan menggabungkan pengawasan yang ketat dari orang tua dan tetap selalu tegas dalam mendisiplinkan hewan peliharaan, meski mereka di bebaskan di dalam rumahpun dirasa sudah cukup aman kok, Ma.
(Aprilia Safitri Ramdhani)

Baca Juga:

Anak Belajar Ini dari Adopsi Hewan Peliharaan?