Anak Alergi Makanan dan Debu

Alergi adalah suatu reaksi yang sifatnya 'berlebihan', sehingga dalam dunia kedokteran disebut reaksi hipersensitivitas. Reaksi ini muncul, bila tubuh terpapar pada suatu pemicu. 
Apa lagi, Ma? 

• Reaksinya bisa beragam derajatnya: Ringan, sedang, atau berat. Contoh reaksi alergi yang berat adalah sindroma Steven Johnson dan syok anafilaktik. Biasanya, reaksi alergi di kulit berbentuk eksim atau biduran. 

• Reaksi alergi di saluran cerna bisa berupa muntah-muntah, diare berlendir berdarah, atau justru sembelit. 

• Reaksi alergi di saluran napas? Berbentuk bersin-bersin, 'ingusan', batuk-batuk, sampai asma.

• Kalau anak batuk pilek tanpa demam, sangat mungkin ini merupakan reaksi alergi, tapi umumnya bukan reaksi alergi terhadap makanan, melainkan terhadap lingkungan, seperti debu, cuaca, asap (termasuk asap rokok), dan polusi. Biasanya, cokelat tidak memicu reaksi alergi. Yang memicu reaksi alergi terhadap cokelat adalah pemanisnya. Permen dan kerupuk? Bisa saja menimbulkan alergi, karena pewarna, pemanis, pengawet, dan lain-lain

• Prinsip utama menangani reaksi alergi adalah menghindari pencetusnya, dan bukan memberinya obat-obatan. Jadi, perhatikan faktor lingkungan di sekitarnya. 

• Yang pasti, kecenderungan untuk mengalami reaksi hipersensitivitas bisa berlangsung seumur hidup. Umumnya, ringan dan tidak mengganggu kualitas hidup. Hidup sehat saja, hirup udara segar, olahraga teratur (biasakan anak melakukan banyak aktivitas fisik), serta konsumsi makanan sehat seimbang. (Foto: dok. Feminagroup.)

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia