Bayi & Balita Positif COVID-19, Apa yang Harus Disiapkan dan Dilakukan di Rumah




Satu dari 8 orang yang positif COVID-19 adalah anak-anak. Data per 30 Juni 2021 di laman covid.go.id menunjukkan ada jumlah orang terkonfirmasi positif COVID-19 berusia 0-5 tahun adalah 2,9%.

Perawatan anak-anak yang terinfeksi COVID-19 tentu tidak mudah, terutama bila mereka masih berada di usia yang belum bisa merawat sendiri, sehingga masih butuh orang tua atau pengasuh untuk ikut serta di dalam ruang isolasi. Di saat bed occupancy ratio rumah sakit tinggi, isolasi mandiri menjadi saran bagi pasien yang tidak memiliki komorbid dan tidak bergejala berat.

Berikut ini Parenting Indonesia mengutip rekomendasi dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, di akun Instagram pribadinya @momdoc.id, mengenai apa saja yang harus dilakukan orang tua ketika anak terkonfirmasi positif COVID-19 dan dirawat di rumah:
 
Langkah Pertama

  • Begitu anak terkonfirmasi positif COVID-19, segera telusuri siapa saja yang berkontak erat dengan anak, segera lakukan pemeriksaan PCR.
  • Pisahkan tempat tinggal anggota keluarga di rumah yang positif atau suspek positif (bergejala) dengan yang tidak. Bila tidak memungkinkan, pisahkan kamar tidur atau lantai rumah.
 
Yang Merawat Anak
Selama positif COVID-19, anak dirawat atau diasuh oleh anggota keluarga yang juga positif COVID-19. Akan tetapi, bila kondisi kesehatan anggota keluarga yang positif tidak memungkinkan, maka perawatan anak bisa diserahkan kepada anggota keluarga dewasa yang sehat atau negatif.
 
Harus diperhatikan bahwa perawatan atau pengasuhan anak yang positif COVID-19 sebaiknya tidak diserahkan kepada anggota keluarga lansia atau di atas 55 tahun maupun yang memiliki komorbid seperti asma, darah tinggi, diabetes, kanker, autoimun, dan lainnya.
 
Yang Harus Tersedia
Berbagai peralatan berikut harus ada di rumah:
  • Masker medis untuk anak maupun untuk perawat dan anggota keluarga lain.
Anak di atas 2 tahun atau bila sudah koperatif, perlu menggunakan masker medis selama di rumah.
  • Sarung tangan untuk perawat.
  • Termometer.
  • Oxymeter (pengukur kadar oksigen di dalam tubuh)
  • Hand sanitizer berbahan alkohol.
  • Nomor telepon tenaga medis tepercaya sebagai kontak kedaruratan.
Pantau Kondisi Anak Berikut:
  • Suhu tubuh anak (minimal 2 kali sehari. Bisa dilakukan pada pagi dan sore hari)
  • Saturasi oksigen (minimal 1 kali sehari. Lakukan di pagi hari
  • Asupan makanan atau minuman yang bisa diterima anak
  • Diare/muntah
  • Batuk/pilek
  • Tanda bahaya seperti sesak napas, penurunan kadar oksigen, dehidrasi, atau penurunan kesadaran
Sesak ditandai dengan laju napas yang lebih cepat dari batas normal usianya.
  • > 60 x/menit untuk anak usia 0-1 bulan
  • > 50 x/menit untuk anak 1-12 bulan
  • > 40 x/menit untuk anak 1-5 tahun
Di samping itu, sesak juga dapat dilihat dari napas cuping hidung serta tarikan dinding dada dan saturasi oksigen di bawah 95 ketika diperiksa dari oxymeter.
 
Nutrisi untuk Anak
Berikan nutrisi adekuat untuk anak meliputi:
  • Protein hewani
  • Perbanyak cairan bernutrisi
  • Buah atau sayur (yang kaya vitamin C, E, dan zinc)
  • Beri tambahan multivitamin yang mengandung vitamin C, D, dan zinc (sesuai anjuran dokter)
 
Hal Lainnya
Ajak anak bisa berolah raga ringan di rumah. Bila memungkinkan, berikan waktu berjemur untuk anak antara pukul 10.00 – 15.00. Cukup lakukan 10-30 menit saja.
 
Pastikan keluarga mengikuti aturan isolasi mandiri di rumah. Bila ada tanda bahaya, segera bawa anak ke IGD terdekat.
 
Baca juga:
Panduan Jika Anak-Anak Harus Isolasi Mandiri (Isoman)
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Isolasi Mandiri (Isoman)
Pahami Tata Cara Isolasi Mandiri (Isoman) saat Pandemi COVID-19
Anak-anak Bisa Segera Dapat Vaksin COVID-19
 
LTF
FOTO: SHUTTERSTOCK
 
 

 


Topic

#corona #coronavirus #viruscorona #covid19 #dirumahsaja #dirumahaja #belajardirumah #workfromhome #vaksin #vaksincovid19 #sinovac

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Bayi & Balita Positif COVID-19, Apa yang Harus Disiapkan dan Dilakukan di Rumah