Kenyang Susu Bikin Nafsu Makan Anak Turun?



 

Waktunya makan, bilangnya belum lapar. Baru setengah porsi makan, bilangnya sudah kenyang. Padahal si kecil bahkan hampir tidak makan apa pun.
 

Beribu rayuan dan bujukan dikeluarkan, tetap saja makanan yang sudah Anda siapkan tidak masuk ke perutnya. Siapa yang anak-anaknya sering begini?
 

Kenyang Susu

Awalnya, Anda mungkin berpikir bahwa si kecil menolak makanannya karena ia tidak suka menunya. Akan tetapi, kalau ini yang terjadi hampir setiap hari dan di hampir setiap jadwal makan, coba evaluasi lagi bagaimana pola konsumsi harian si kecil, Ma! Bisa jadi, si kecil memang benar-benar kenyang dan tidak sedang cari-cari alasan saja.
 

Kenyang? Dari mana? Kan, belum ada makanan yang masuk sama sekali!
 

Coba diingat, berapa banyak Mama memberikan susu pada si kecil dalam sehari? Terlalu banyak konsumsi susu ternyata memang membuat anak-anak kehilangan selera makan. Mereka terlanjur kenyang susu duluan.
 

Melanie Potock, MA, CCC-SLP, pakar pemberian makan bayi dan anak-anak sekaligus penulis buku You Are Not an Otter: The Story of How Kids Become Adventurous Eaters, mengatakan bahwa susu memang dapat memberikan nutrisi penting untuk anak-anak, akan tetapi juga dapat menyebabkan penurunan nafsu makan bila porsinya tidak sesuai.
 

Melanie berkata, “Saya menantang Anda untuk minum 200 ml susu dalam rentang waktu beberapa menit. Volume itu lebih kecil daripada latte ukuran tall dan perut Anda memiliki kapasitas yang lebih besar dan lebih banyak. Namun, Anda akan segera merasa cukup kenyang.” Ia menambahkan, “Sama dengan anak-anak. Mereka berubah dari lapar menjadi penuh dalam hitungan menit.”
 

Efek Samping Lainnya

Anak-anak yang terlalu banyak minum susu juga rentan mengalami sembelit. Melanie menjelaskan bahwa sembelit ini tentunya juga dapat mematikan nafsu makan.
 

Di samping itu, Melanie juga mengatakan bahwa terlalu banyak konsumsi susu juga dapat memengaruhi penyerapan zat besi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak.
 

Risiko Picky Eater

Masalah lain yang juga mungkin muncul dari terlalu banyak minum susu adalah anak-anak berisiko menjadi picky eater. Bagaimana ini bisa terjadi? Kebiasaan minum susu membuat mereka hanya terbiasa menerima rasa manis atau gurih dari susu, sehingga mereka tidak terlalu mencoba rasa lain. Di samping itu, kenyang susu juga berarti menutup kesempatan bagi mereka untuk mencoba makanan baru.
 

Porsi Susu yang Tepat

American Academy of Pediatrics merekomendasikan hanya 16-20 ons susu atau setara dengan 470-590 ml setiap harinya untuk anak-anak usia 2-5 tahun. Artinya, balita di usia itu hanya bisa minum maksimal 2 sampai 2,5 gelas susu per hari.
 

Tip Batasi Konsumsi Susu Anak

Bila si kecil sudah sangat bergantung pada susu untuk mengisi perutnya dan bahkan membuatnya nyaman, Melanie menyarankan Anda untuk mulai menjalankan strategi menggantinya dengan susu rendah lemak dalam porsi kecil-kecil di dalam cangkir atau botol yang memiliki sedotan. Di saat menyajikannya, Anda bisa menyampaikan, “Kalau susunya habis, masih ada air dan wadahnya bisa diisi ulang, ya.”
 

Yang harus diperhatikan adalah hindari memberikan susu saat mendekati waktu makan. Perlahan, atur jadwal minum susu agar berkurang.

 

Baca juga:

Mengapa Susu Baik Dikonsumsi?

Bisakah Susu Menggantikan Fungsi Nasi?

5 Susu Alternatif Jika Balita Alergi Susu Sapi

Anak Susah Makan, Hanya Mau Minum Susu?

Aturan Minum Susu Segar

 

LELA LATIFA

FOTO: FREEPIK

 

 

 

 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia