Waspadai Tanda-tanda Bahaya DBD


Dengan perawatan yang tepat di rumah, kondisi anak yang terkena DBD, mungkin saja membaik. Namun bukan tak mungkin, kondisinya justru semakin memburuk. Gejala DBD yang berat memang biasanya akan muncul pada hari ke-3 setelah demam. Setelah hari ketiga, biasanya demam mulai turun. Pada fase ini DBD memasuki fase kritis. Selain terjadi penurunan jumlah trombosit dan sel darah putih, hematokrit juga meningkat karena adanya peningkatan kekentalan darah akibat keluarnya cairan melalui pembuluh darah. Jika hematokrit meningkat, darah menjadi kental dan semakin pekat, menyebabkan suplai oksigen ke seluruh tubuh lewat darah menjadi berkurang. Jadi, waspadai juga hematokrit. Pada kasus DBD berat, jika tak segera ditangani, mungkin saja terjadi komplikasi yang lebih serius. Berikut ini tanda bahaya yang harus diwaspadai:
  •  Tidak ada perbaikan setelah suhu turun.
  •  Menolak makan dan minum.
  •  Sakit perut yang hebat.
  •  Muntah terus-menerus dengan atau tanpa darah.
  •  Lemah, lesu, ingin tidur terus, perubahan perilaku.
  •  Mengantuk, kebingungan, dan kejang.
  •  Perdarahan (BAB berwarna hitam, muntah hitam, menstruasi mendadak lebih banyak).
  •  Susah bernapas.
  •  Pucat, tangan atau kaki dingin/berkeringat.
  •  Tidak buang air kecil lebih dari 4 – 6 jam.
Selain tanda bahaya ini, ada juga fase kritis dengues yang menunjukkan kegawatdaruratan DBD. Kondisi ini bisa menyebabkan dengue shock syndrome (DSS) yang berujung kepada kematian. Di antaranya:
  •  Suhu tubuh mendadak turun.
  •  Gelisah.
  •  Tangan/kaki dingin.
  •  Nadi lemah.
  •  Tekanan darah turun.
Jika anak menunjukkan gejala-gejala di atas, segera bawa ia ke rumah sakit, ya, Ma.

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia