Kebiasaan Buruk Bayi

Selalu minta ditimang
Menghentikan rutinitas menimang anak tak semudah membalik telapak tangan. ”Orangtua harus membiasakan bayinya tertidur sendiri sejak usia dini. Anda bisa memulainya pada bulan pertama atau ke-2 dengan cara meletakkan bayi di boks saat kenyang dan siap tidur siang. Biasanya sih, setiap 2 jam atau lebih di bulan-bulan pertama, dan setiap 3 jam pada bulan-bulan berikutnya. Menimang-nimang boleh saja, tapi, begitu mata si kecil terpejam, hentikan aktivitas tersebut dan letakkan segera di dalam boks,” tutur dr. Cathryn Tobin, M.D., dokter anak, penulis The Parent’s Problem Solver, serta mama empat anak.

Butuh makanan untuk tenang
Menyusui bayi adalah hal paling alami yang bisa dilakukan seorang ibu, dan para dokter anak setuju ini bisa dilakukan kapanpun sesuai permintaan bayi. Tapi, kebiasaan makan terlalu banyak bisa dimulai sejak dini. Banyak dokter anak khawatir, anak akan terperangkap dengan kebiasaan bisa ’dihibur’ dengan makanan. Untuk memastikan apakah batita Anda sungguh-sungguh lapar atau tidak: Dudukkan dia di kursi tinggi, dan berikan camilan sehat, seperti buah atau crackers dan sedikit minuman di cangkir. Bila lapar, ia akan melahap semuanya, lalu berteriak minta turun dari kursi dan bermain.

Terbiasa dengan kesenyapan
Setiap kali si bayi terlelap, kata-kata yang keluar dari mulut Anda adalah, ”Sttttt! Bayi lagi tidur!” Nyatanya, tak ada suara yang lebih berisik daripada bunyi-bunyi yang biasa dia dengar saat di rahim Anda, seperti  suara detak jantung dan ’desiran’ air ketuban. Bila tidak dibiasakan, bayi tidak akan belajar cara menenangkan diri, seperti memejamkan mata, menghisap jari, atau memeluk guling, keterampilan yang benar-benar bermanfaat di tengah malam bila ia harus tidur lagi dan Anda tidak ada di dekatnya. Jadi, tetap jalani rutinitas sehari-hari secara normal walaupun ia sedang bermimpi indah. Mau mondar-mandir, menyiram kloset, atau mencuci pakaian, ya silakan saja!

Tergantung pada dot
Bagi banyak mama, dot bisa meredakan rengekan bayi. Namun, terlalu sering atau terlalu lama menggunakan dot akan membuat Anda sulit menghilangkan kebiasaan tersebut. Plus lagi, kebiasaan ini bisa membuat gigi bayi tidak rata sehingga nantinya harus memakai kawat gigi, atau memerlukan penanganan gigi lain. Dot, dalam beberapa kasus, juga bisa menyebabkan keterlambatan bicara. Coba ajak anak ’bernegosiasi’ (dengan iming-iming tentunya!) Ketika dia berulang tahun, katakan, ”Kalau dot ditinggal di bawah bantal, kamu akan mendapat kado yang besar sekali!” Terserah mau memakai trik apa, yang penting lakukan sejak dini sampai tuntas!

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia