Perkembangan Suara Bayi

Sejak bayi, meski anak tidak bisa berbicara mengenai hal-hal yang ia inginkan tetapi dia masih bisa menyuarakan keinginannya melalui berbagai jenis cara. Menangis adalah cara pertama bayi menunjukkan bahwa ia ingin berkomunikasi dengan Anda.

Jika Mama amati tangisan bayi akan terdengar berbeda antara tangisan saat lapar, mengantuk dan kesal. Menangis adalah salah satu cara efektif bayi  berkomunikasi dengan Anda, karena tanpa disadari Mama akan berusaha membantu anak ketika ia menangis. Berikut ini perkembangan suara dari bayi:

  • Usia 6 minggu - 3 bulan, bayi mulai mengeluarkan suara-suara seperti “aah” atau “oo” serta mengeluarkan suara yang memekik ketika ia senang.
  • Usia 3-6 bulan, bayi mulai "iseng' memainkan suara dan mencoba menyamakan suara yang ia keluarkan dengan suara yang sering ia dengar dari sekitar. Meski suara tersebut belum terdengar jelas namun bayi sudah mulai terkesan ingin berbicara dengan Anda maupun orang-orang di dekatnya.
  • Usia 6-10 bulan, anak mulai mengeluarkan suara yang terdengar seperti kata “ma ma ma” sehingga terkadang hal tersebut dikira sebagai kata pertama anak, namun pada usia tersebut penyebutan kata “ ma” tidak memiliki arti apa-apa karena ia hanya meniru yang sering didengar, bukan karena ia mengetahui bahwa “ma” tersebut merupakan panggilan untuk Mama.
  • Usia 10-14 bulan, anak mulai mengenali benda dan belajar untuk menunjukkan gestur yang diinginkan secara sosial, seperti melambaikan tangan saat berpisah dengan orang lain maupun menunjuk barang yang diinginkan. Saat anak menginjak usia ini, ia mulai mengatakan “ma” ataupun “Mama” ketika ia benar-benar mencari Anda. Pada usia inilah “ma” yang ia katakan bermakna dan merupakan saat ia mengeluarkan kata pertamanya.

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia