4 Kesalahan yang Tidak Disadari Suami Sibuk




Saat Anda berpacaran, pasangan tampak selalu memperjuangkan sesuatu untuk Anda, misalnya saja menjemput Anda dari kantor saat lembur, menemani membeli hadiah untuk keluarga, atau mengantar Anda ke rumah saudara di luar kota saat ada acara. Yang jelas, saat itu Anda tampak bagai seorang ratu untuknya.
 
Namun, saat sudah menikah, Anda sering kali mengeluh bahwa pasangan Anda berubah dan tidak seperti dulu lagi. Anda merasa tak lagi diperhatikan. Bahkan, yang paling parah, Anda khawatir bila pasangan tak lagi mencintai Anda..
 
Anda melihatnya sebagai suami yang super sibuk. Alice Boyes, Ph.D., penulis The Healthy Mind Toolkit mengatakan bahwa pasangan yang terlalu sibuk, tanpa disadari akan terjebak melakukan beberapa kesalahan umum berikut ini:


1. Membenarkan dengan: “Saya melakukan ini untuk keluarga.”
Bisa dimengerti ketika Anda lembur hampir tiap hari atau sering melakukan perjalanan keluar kota, maka Anda berpikir bahwa banyaknya waktu bersama keluarga yang tersita itu Anda lakukan sepenuhnya untuk keluarga Anda. Akan tetapi, menurut Alice, bahkan ketika motivasi Anda adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pembenaran ini tetap tidak bisa dibenarkan. “Penting untuk tidak menggunakan ini sebagai pembenaran untuk mengabaikan kebutuhan mereka di masa sekarang,” ujarnya.
 
“Ketahuilah bahwa waktu yang Anda habiskan untuk hubungan Anda adalah investasi, sama seperti waktu yang Anda habiskan untuk bekerja atau belajar,” pesan Alice. Menurutnya, yang harus Anda lakukan adalah tetap harus terlibat dalam keluarga, menjadi 'ada', dan mudah dijangkau.


2. Abai Terhadap Prioritas Pasangan
“Jika Anda bekerja terlalu keras, otak Anda mungkin sepenuhnya terikat memikirkan prioritas Anda sendiri. Anda bahkan tidak tahu apa prioritas pasangan Anda,” ujar Alice. Terlampau sibuk dengan prioritas Anda membuat Anda mengabaikan apa yang mereka coba bicarakan dengan Anda, baik itu hal yang sepele seperti atap yang bocor, ide menonton film, rencana liburan, atau hal yang sering seperti kekhawatiran Anda tentang kebiasan makan anak Anda, kesehatan orang tuanya yang semakin memburuk.

3. Tidak Peduli pada Upaya Pasangan untuk Mendapat Perhatian Anda
Menurut Jennifer, aspek terpenting dari hubungan adalah kepercayaan emosional. Kepercayaan emosional terbangun dari keyakinan pasangan bahwa ia hampir pasti selalu mendapat perhatian Anda. Bentuk mencari perhatian tersebut bisa berupa mengeluh kelelahan melakukan sesuatu saat Anda baru pulang kerja, melakukan suatu pekerjaan dengan suara yang berisik untuk mengharapkan kehadiran Anda, meminta pendapat Anda tentang penampilannya, bercerita tentang temannya, atau bahkan meminta kontak mata serta sentuhan. 
 
Anda mungkin merasa kesal dengan pasangan Anda. Tapi bisa jadi itu karena Anda terus mengabaikan pemintaan mereka untuk mendapat perhatian sehingga mereka meningkatkannya menjadi perilaku yang menjengkelkan.
 

4. Melampiaskan Stres pada Pasangan
Orang yang sangat sibuk memiliki sedikit stok emosi positif untuk menghadapi gangguan kecil. “Ini bisa berakibat membentak pasangan Anda karena hal-hal kecil, bersikap negatif, dan mengeluh,” ujarnya. Jennifer berpesan, “Ketika Anda bersatu kembali dengan pasangan Anda di akhir hari kerja, pastikan hal pertama yang Anda katakan adalah sesuatu yang positif.”
 
Memperbaiki Hubungan
Pengabaian yang terlalu banyak akan memperburuk hubungan dan menurunkan tingkat kepuasan dalam hubungan. Menurut Jennifer, hal kecil seperti mengelusnya saat Anda melewatinya yang sedang menemani anak-anak bisa sangat membantu. “Hambatan utama sering kali adalah Anda tidak melihat momen kecil ini sebagai peluang penting untuk tetap terhubung,” ujarnya mengingatkan.
 
Baca juga:
Tip Agar Komunikasi Lancar Bagi Pasangan Sibuk
Kesal dengan Suami? Ini Cara Asertif Menyampaikannya
Kiat Hadapi Suami Temperamental
 
 
LTF
FOTO: FREEPIK
 

 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia