Beragam Alat Kontrasepsi


 

Pemilihan kontrasepsi sebaiknya didiskusikan bersama-sama antara Anda, pasangan, dan dokter. Menurut dr. Boy Abidin, Sp.OG, dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, ada banyak cara berkontrasepsi. Kalau Anda tak cocok dengan satu jenis kontrasepsi, ada cara lain yang masih bisa dicoba. Jadi, jangan dengan alasan tak cocok dengan satu jenis kontrasepsi, Anda sama sekali tidak berkontrasepsi.

Berikut ini adalah jenis-jenis alat kontrasepsi yang bisa Anda pilih:


PIL
Pil KB adalah pil yang dikonsumsi harian yang mengandung hormon untuk mengubah cara kerja tubuh dan mencegah kehamilan. Kebanyakan pil KB adalah ‘pil kombinasi’ yang mengandung kombinasi dari hormon estrogen dan progesteron untuk mencegah terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur selama siklus bulanan). Tapi ada juga pil KB yang hanya mengandung satu jenis hormon berdosis rendah yang aman digunakan oleh ibu menyusui dan tidak memengaruhi produksi dan kualitas ASI.

Kelebihan: Siklus haid lebih teratur dan tidak mengganggu aktivitas hubungan seksual.

Kekurangan: Bila lupa minum, berisiko hamil. Kenaikan berat badan, sakit kepala, mual, nyeri payudara, perdarahan di antara haid, dan perubahan suasana hati.

Efektivitas: 99,0 – 99,7%.
 

IUD
IUD (Intrauterine Device) adalah alat kontrasepsi plastik berbentuk huruf T yang diletakkan di dalam rahim yang berguna untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur. Ada 2 jenis IUD: IUD berisi tembaga dan hormon. IUD tembaga bisa digunakan sampai 10 tahun, sedangkan IUD hormon hanya sampai 5 tahun.
 
Kelebihan: Setelah pemasangan, tidak perlu repot. Tidak mengganggu kesuburan, setelah dilepas, kesuburan dapat kembali dengan cepat.
 
Kekurangan: Posisi IUD dapat bergeser, timbul efek samping seperti kram dan perdarahan lebih banyak saat haid.
 
Efektivitas: 98,0 - 99,4%.
 
 
SUNTIK
KB suntik merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan memberikan suntikan hormon (hormon progestin atau kombinasi hormon estrogen dan progesteron) ke dalam tubuh (di paha, pundak, di bawah perut, atau lengan atas). Ada 2 jenis KB suntik: 3 bulan dan 1 bulan.
 
Kelebihan: Tidak mengganggu proses menyusui, dapat digunakan pada hari ke-3  sampai ke-5 pasca persalinan, dan segera setelah keguguran.
 
Kekurangan: Efek samping berupa sakit kepala, kenaikan berat badan, nyeri payudara, pendarahan, haid tidak teratur, dan perubahan mood.
 
Efektivitas: 99.0 – 99,7%
 

IMPLAN
KB Implan adalah tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung ini dimasukkan (atau diimplan) ke dalam kulit lengan atas. Implan yang sudah dimasukkan ke bawah kulit akan melepaskan hormon progestin dengan kadar rendah untuk mencegah kehamilan.
 
Kelebihan: Dapat membantu mencegah kehamilan selama tiga tahun. Bentuknya yang kecil dan tipis, tidak akan tampak di permukaan kulit.
 
Kekurangan: Haid menjadi tidak teratur, atau tidak haid sama sekali, Berat badan bertambah, Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat implan dimasukkan.
 
Efektivitas: 99 % selama tiga tahun.
 

KONDOM
Kondom adalah alat penghalang fisik untuk mencegah kehamilan yang menghentikan sperma memasuki vagina dan mencapai sel telur. Penggunaan kondom secara konsisten dan benar dapat mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual seperti herpes genital dan sifilis, penularan virus HIV/AIDS, serta risiko infeksi HPV yang menyebabkan kutil kelamin hingga kanker serviks. Menggunakan kondom mendukung peran suami dalam hal menunda kehamilan.

Kelebihan: Praktis dan mudah digunakan. Mencegah penularan penyakit kelamin: herpes genital dan sifilis, virus HIV/AIDS, infeksi HPV yang menyebabkan kutil kelamin hingga kanker serviks.

Kekurangan: Pemakaian harus tepat karena dapat timbul risiko terlepas.

Efektivitas: 99,0 – 99,7%  
 

SISTEM KALENDER
Sistem kalender adalah metode kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan tanpa risiko efek samping. Menggunakan perhitungan masa subur wanita dan menghindari berhubungan seks pada masa subur tersebut. Anda harus melacak riwayat haid untuk memprediksi kapan Anda akan berovulasi. Metode ini juga bisa membantu menentukan kapan peluang terbesar Anda untuk bisa hamil.

Kelebihan: Tidak menggunakan alat atau hormon.

Kekurangan: Dibutuhkan ketekunan dan pencatatan yang cermat agar hasil akurat.

Efektivitas: 98,0 – 99,4%.
 

Baca juga:
Pertanyaan Penting Seputar Kontrasepsi
Apa Kontrasepsi Tepat Untuk Ibu Menyusui?
Tak Perlu Bingung Pilih Kontrasepsi
3 Pilihan Kontrasepsi Baru untuk Pria
 

(YENNY GLENNY)
FOTO: FREEPIK








 
 




 

 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia