Nutrisi Baby Vegetables

Seporsi sirloin steak saus mushroom favorit Anda terhidang bersama mashed potato dan sayuran rebus berukuran mini. Buncis dan wortel berbentuk utuh nan mungil ini bikin tampilan steak jadi lebih cantik, ketimbang menggunakan buncis atau wortel biasa yang dipotong-potong memanjang.

Sayur baby (baby vegetables) kadang disebut juga dengan sayuran mini karena size-nya ala miniatur. Jenis sayuran baby yang cukup populer adalah baby carrot. Bentuknya persis seperti wortel biasa, lengkap dengan batang dan daunnya, tetapi ukurannya mungil. Harganya relatif mahal, namun memiliki rasa yang lebih manis. Baby carrot yang terkenal adalah jenis french baby carrot.

Tetapi, jangan terkecoh dengan ‘imitasi’ baby carrot, yaitu baby-cut carrot yang juga berukuran mini. Menurut situs wikipedia, ide untuk membuat baby-cut carrot pertama kali dilansir oleh Mike Yurosek, seorang petani California, yang merasa kecewa saat harus membuang produksi wortelnya yang sedikit rusak atau bentuk yang tidak sempurna. Mike kemudian berhasil mengubah ‘limbah’ wortelnya menjadi baby-cut carrot yang dijual dengan merek Bunny-Luv. Baby-cut carrot dipotong dalam ukuran yang seragam, semungil baby carrot (sekitar 5 cm). Sempat ada kabar yang mengatakan kalau baby-cut carrot dibilas dengan larutan klorin untuk mencegah kontaminasi E. coli. Isu ini sempat meresahkan. Kenyataannya, dalam takaran tertentu, klorin memang umum digunakan sebagai desinfektan.

Sesuai namanya, baby vegetables bisa diartikan sebagai sayuran yang masih bayi karena dipanen saat masih muda. Teknik budi daya baby vegetables membutuhnya perhatian ekstra dibanding sayur biasa karena dibutuhkan waktu panen yang tepat agar usia dan ukuran sayuran pas dan seragam. Karena itulah, harganya cenderung lebih mahal. Berikut beberapa jenis sayuran berukuran mini yang ada di sekeliling Anda!

Photo : Foto Search

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

Nutrisi Baby Vegetables

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia