10 Kunci Pernikahan Sehat


 


Menua bersama adalah salah satu impian yang selalu digadang-gadang setiap pasangan saat akan melaju ke pelaminan. Akan tetapi, untuk menjalaninya, Anda dan pasangan tentu tidak seperti melewati jalan tol yang bebas hambatan. Untuk menjaga hubungan pernikahan tetap sehat, modal cinta saja tak cukup. Justru, cinta buta malah berbahaya.
 
Apa saja yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan sehat? Andrea Bonior, Ph.D., psikolog klinis di Washington DC, AS, memberitahu kuncinya:


1. Kepercayaan

Kepercayaan adalah fondasi yang kuat untuk membangun kedekatan emosional. Tanpa kepercayaan, hubungan akan dipenuhi dengan banyak kecurigaan yang berpotensi membebani diri Anda sendiri dan pasangan.

2. Komunikasi

Kita semua tentu sudah pandai bicara. Tapi ternyata tak semua dari kita pandai berkomunikasi. Berkomunikasi dengan jujur, penuh penghargaan pada perasaan pasangan, tidak tendensius atau menyudutkan, bukanlah hal yang otomatis terbangun di hubungan. Butuh sama-sama belajar untuk mewujudkannya.

3. Kesabaran

Kesabaran untuk memberikan dukungan pada pasangan dan menjadi lebih fleksibel (bukan pengalah) saat mereka berada dalam kondisi terburuknya adalah aset yang luar biasa. Pasangan akan merasa dicintai tanpa syarat ketika Anda mampu menyesuaikan diri dengan pasang surut suasana hatinya.

4. Empati

Berusaha memahami perspektif pasangan—bahkan ketika Anda tidak setuju dengannya adalah hal yang sangat berharga di dalam hubungan. Empati yang Anda berikan mampu membuat pasangan merasa lebih baik dan didukung. Menurut Bonior, empati sangat penting untuk cinta jangka panjang.

5. Perhatian Kecil

Salah satu bentuk cinta yang tulus adalah perhatian kecil seperti pelukan, ciuman, dan sentuhan yang menyenangkan. Isyarat kasih sayang ini bisa membuat setiap orang merasa nyaman dan aman dalam hubungan mereka.

6. Kompromi

Anda mungkin pernah dengar bahwa kompromi dibutuhkan di setiap hubungan dua orang. Apakah kompromi adalah suatu hal yang buruk? Tidak, bila kompromi tersebut benar-benar mengakomodir kebutuhan Anda dan pasangan. Kompromi yang tidak sehat adalah ketika hanya satu orang saja yang membuat keputusan di dalam hubungan dan satu orang lain harus mengikutinya,

7. Apresiasi

Apresiasi membuat pasangan merasa lebih bahagia dengan pasangannya. Semakin Anda mendapat apresiasi dari pasangan, semakin Anda bersyukur atas hubungan. Di samping itu, semakin Anda dihargai atas siapa diri Anda, kesejahteraan dalam hubungan pun meningkat.

8. Ruang untuk Tumbuh

Banyak orang yang merasa mandek dan tidak berkembang saat sudah menikah. Ini adalah pertanda bahwa hubungan Anda tidak sehat. Pernikahan yang sehat justru mendorong setiap pasangan untuk mewujudkan minat dan tujuannya.

9. Menghormati

Banyak orang mengaitkan menghormati hanya kepada orang yang lebih tua saja. Padahal tidak. Menghormati juga dibutuhkan dalam hubungan. “Dalam hubungan yang sehat, orang-orang berbicara satu sama lain dengan cara yang tidak merendahkan atau meremehkan,” ujar Bonior. Hubungan yang sehat menghormati waktu dan privasi satu sama lain.

10. Resolusi Konflik

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang menyelesaikan konflik dengan terbuka. Sayangnya, banyak pasangan yang menyembunyikan kekesalan mereka satu sama lain untuk mempertahankan keharmonisan yang sebenarnya hanyalah ilusi. Sebab, sewaktu-waktu kekesalan bisa berubah menjadi bom waktu yang menghancurkan hubungan.
 
 
Baca juga:
4 Cara Komunikasi Yang Membahayakan Pernikahan
Rahasia Menjaga Pernikahan Tetap Positif
Trik Mengajak Pasangan Mengikuti Konseling Pernikahan
6 Kebiasaan yang Dapat Merusak Hubungan
8 Penghambat Bagi Kemulusan Hubungan Anda dan Pasangan
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 






 
 
 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia