Rahasia Menjaga Pernikahan Tetap Positif


 

Tidak dipungkiri bahwa hubungan rumah tangga tidak selalu lurus dan baik-baik saja. Orang-orang boleh saja melihat keluarga Anda harmonis dan tidak memiliki masalah. Atau, sah-sah saja mereka cemburu pada Anda dan pasangan yang kerap kali menunjukkan keromantisan di media sosial. Namun, mereka tentu tak pernah benar-benar tahu bagaimana keseharian Anda dan pasangan yang tentu saja sesekali memiliki masalah.
 
Ada kalanya situasi menjadi naik-turun. Yang sering terjadi adalah hal kecil dalam rumah tangga bisa menjadi masalah besar. Sebaliknya, masalah besar sering kali ditutupi, dipendam, atau justru dianggap sebagai masalah kecil. Sehingga, pada suatu hari masalah tersebut menjadi bom waktu yang justru merusak hubungan rumah tangga.
 
Bagaimana menjaga hubungan pernikahan agar tetap positif? April Eldemire, L.M.F.T, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi di Florida, AS, memberikan 4 kunci bagi Anda:
 
1. Gunakan “I” Statement
Saat ada konflik di dalam hubungan, Anda barangkali sangat mudah terjebak hanya melihat kesalahan pasangan tanpa melihat lebih detail apa yang menjadi penyebab. Bahkan, Anda mungkin juga luput introspeksi apakah hal tersebut terjadi karena kesalahan yang bersumber dari Anda pula.
 
Hal tersebutlah yang membuat pasangan sering kali terjerumus mengkritik pasangannya tanpa memberikan masukan yang membangun, merendahkannya, bahkan mengeluarkan kata-kata yang meruntuhkan harga dirinya.
 
Teknik berkomunikasi menjadi kunci penting dalam menjaga hubungan yang positif. Alih-alih menggunakan kosa kata yang menyudutkan dengan harapan pasangan mengerti kesalahannya, ada baiknya Anda menggunakan “I” Statement. Tujuannya adalah agar apa yang dikomunikasikan menjadi lebih jelas maknanya.
 
Misal, ketimbang mengatakan, “Kamu itu pemalas. Selalu nggak peduli dengan pekerjaan istri di rumah,” lebih baik ganti dengan, “Aku akan sangat terbantu kalau kamu membantuku menyelesaikan pekerjaan rumah. Semuanya harus diselesaikan segera dan aku kewalahan.” Kalimat pertama bersifat menyudutkan dan justru membuat suami mengeluarkan respon negatif seperti bersikap defensif. Sedangkan, kalimat kedua memiliki makna yang terbaca lebih jelas, yakni Anda mengharapkan bantuan suami. Dengan begini, sangat mungkin respon positif yang akan muncul darinya.
 
2. Mengucap Terima Kasih dan Memberi Apresiasi Secara Teratur
Kadang, karena sudah sangat terbiasa, Anda merasa tak ada yang istimewa lagi dari apa yang dilakukan pasangan. Tak hanya perlu diberikan pada anak-anak, ucapan terimakasih dan apresiasi juga harus rutin diluncurkan pada pasangan. Pada dasarnya, pasangan Anda menginginkan menjadi orang yang berkontribusi dan dinilai penting dalam hidup Anda, oleh karenanya dengan mendengar terima kasih dan apresiasi dari Anda, ia akan merasa dirinya berharga. Hal tersebut penting dalam menciptakan suasana yang positif sekaligus menjadi kunci kepuasan hubungan.
 
3. Meminta Maaf dan Bertanggung Jawab
Jangan berpikir bahwa saat pasangan diam setelah Anda berbuat kesalahan, maka masalah selesai. Justru, hal tersebut bisa menjadi tanda bahaya. Selalu menjadi ksatria bagi diri masing-masing yang mau mengakui kesalahan di depan pasangan adalah hal yang mulia. Sama seperti mengucap terima kasih dan apresiasi, meminta maaf juga bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi, dengan mengakui bahwa Anda bersalah dan meminta maaf, Anda membawa kedamaian dalam konflik. Di samping itu, dengan bertanggung jawab, Anda bisa membawa resolusi konflik yang positif. Ingat untuk tidak pernah mengesampingkan masalah.
 
4. Istirahat
Hubungan membutuhkan kehadiran Anda—secara fisik, emosi, dan pikiran. Sering kali semuanya membuat lelah, terlebih bila ditambah dengan beban pekerjaan yang berat di luar rumah. Semuanya bisa menjadi sumber stres. Hal kecil yang tidak sesuai dengan Anda, bisa menjadi pemantik kemarahan Anda. Kalau Anda sudah mulai sering marah, coba istirahat sejenak. Anda mungkin sedang kewalahan. Pasangan yang stres dan kewalahan akan membawa energi yang tidak positif di rumah. Oleh karenanya, ambil waktu sejenak dan kembali saat Anda sudah segar.
 
 
Baca juga:
25 Kalimat Empati Dalam Merespons Curhat Pasangan
Pasangan Bahagia = Orang Tua Bahagia
50 Daftar Hal Sensitif yang Dapat Membuat Pasangan Bertengkar
Tip Agar Komunikasi Lancar Bagi Pasangan Sibuk
Kunci Pasangan Bahagia
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: PIXABAY
 

 
 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia