4 Teknik Mengomunikasikan Impian Pribadi pada Pasangan

Sebuah hubungan pernikahan idealnya dimulai dengan adanya sebuah persamaan, baik itu persamaan kesukaan, nilai, tujuan, serta impian. Semua persamaan itu membuat Anda yakin bahwa Anda telah menemukan pasangan yang tepat.
 
Akan tetapi, sekalipun awalnya persamaan itu begitu kental, pada perjalanannya, perbedaan pun muncul. Pasangan Anda yang awalnya memiliki visi yang sama, bisa saja tiba-tiba punya tujuan lain yang berbeda dari visi tersebut.
 
Misalnya saja, seorang suami punya keinginan untuk berpindah ke kampung halaman karena ingin lebih dekat dengan keluarga besar. Padahal, sebelumnya ia dan istrinya bertekad untuk hidup di ibu kota agar anak-anaknya bisa mendapat akses pendidikan lebih baik. Tidak mudah untuk mengomunikasikan keinginan ini, sebab tentu saja ada berbagai konsekuensi, termasuk penurunan pendapatan karena UMR (Upah Minimum Regional) di kota kelahirannya lebih kecil daripada di ibu kota, penurunan jabatan, dan juga akses pendidikan anak yang awalnya mereka perjuangkan.
 
Sama halnya dengan seorang istri pekerja yang tiba-tiba saja merasa lelah dengan kehidupan mekaniknya dan merasa terpanggil untuk kembali menempuh pendidikan. Sedangkan, untuk memenuhi keinginannya, artinya ia harus pindah ke luar negeri. Pilihannya adalah apakah ia akan mengajak semua keluarga atau tinggal terpisah. Belum lagi soal pemasukan keluarga yang bisa jadi berkurang.
 
Semua ini mungkin terjadi. Linda Caroll, M.S., L.M.F.T., terapis pernikahan dan keluarga berlisensi di Oregon, AS, mengatakan, “Seiring perkembangan hubungan, pasangan Anda mungkin menemukan tujuan dan nilai baru yang lebih banyak menunjukkan perbedaan daripada kesamaan dengan visi Anda sebelumnya.” Bagaimana tidak, manusia itu dinamis. Kita bisa berubah sewaktu-waktu.
 
Memang tidak akan mudah untuk menemukan titik tengahnya, akan tetapi menurut Linda, penting bagi semua pasangan untuk mampu menyatakan keinginan personalnya. Sebab, itu adalah hakikat sebuah hubungan. Namun, Linda menyadari bahwa menyampaikan sesuatu yang berbeda dengan visi Anda dan pasangan sebelumnya dapat berakibat pada respon reaktif pasangan yang terkejut mendengarnya atau belum siap menerimanya.
 
Berikut ini Linda memberikan teknik yang bisa Anda lakukan untuk menjaga komunikasi Anda dan pasangan tenang dan lancar saat Anda mengomunikasikan impian pribadi yang menyimpang dari rencana awal rumah tangga Anda sebelumnya:

1. Mulai dengan Empati

Bersikaplah empati dengan mempertimbangkan bahwa apa yang akan Anda sampaikan mungkin akan sulit didengar pasangan Anda. Daripada terus berjuang membenarkan rencana Anda, sebaiknya pikirkan apa yang akan menyakitkan bagi pasangan Anda. Bayangkan kesulitannya dalam memahami dan menerima penjelasan Anda.

2. Tetap Positif

Mulailah percakapan dengan cara yang positif. Awali dengan meyakinkan pasangan betapa besar arti hubungan bagi Anda. Ini adalah pintu masuk untuk menyiratkan bahwa Anda ingin berbicara tentang sesuatu yang mungkin sulit didengar. Ingatlah bahwa bagaimana pun Anda membahasnya, pasangan Anda kemungkinan akan merespon dengan kekhawatiran dan defensif. Pastikan Anda tak balik defensif. Penting untuk memulai percakapan ini ketika Anda berdua punya waktu luang di mana keduanya sedang dalam kondisi prima dan tidak ada gangguan lain seperti anak atau pekerjaan.

3. Dengarkan Pendapatnya

Hubungan adalah komitmen untuk ada bersama orang lain. Untuk itu, Anda harus mendengarkan pendapat pasangan Anda tentang impian Anda. Beri ruang baginya untuk menyampaikan pendapat, bahkan ketika itu tidak nyaman dan sulit didengar. Bila Anda ingin pasangan Anda membuka diri terhadap sudut pandang Anda, Anda pun harus demikian. Refleksikan kembali kata-kata pasangan Anda dan biarkan ia tahu Anda memahami sudut pandangnya.

4. Beri Waktu

Perubahan memang bukan hal enteng bagi siapa pun. Apalagi menyangkut kehidupan rumah tangga yang sudah dirasa stabil akibat persamaan visi selama sekian tahun. Oleh karenanya beri ia waktu dan terus yakinkan bahwa perasaan dan komitmen Anda terhadap hubungan tidak akan berubah.
 

Baca juga:
50 Daftar Hal Sensitif yang Dapat Membuat Pasangan Bertengkar
25 Kalimat Empati Dalam Merespons Curhat Pasangan
Pasangan Bahagia = Orang Tua Bahagia
Kunci Pasangan Bahagia
Curi Waktu Ngobrol Berdua Pasangan
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK


 

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

4 Teknik Mengomunikasikan Impian Pribadi pada Pasangan

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia