7 Kalimat Efektif Mendisiplinkan Anak [Part 1]


Beberapa aturan berikut ini sama sekali bukan aturan, namun lebih merupakan fakta dan mudah sekali diingat :


#1 Kamu akan menerima apa yang kamu dapatkan, dan kamu tidak boleh marah.
Tujuan: Menghentikan rengekan – misalnya, soal kue mana yang lebih manis, atau karakter emosi dari film Inside Out yang mana yang menghiasi piring siapa. Sesuai dengan ungkapan lama yang menyebutkan bahwa hidup ini tidak adil. Dan ketika dihadapkan dengan kenyataan tersebut, respons yang sesuai, ya, memang seperti ini: Kamu tidak boleh marah. Anak-anak bisa melihat, bila hal ini terjadi kepada mereka hari ini, tentu besok-besok akan terjadi kepada orang lain juga.

Kunci sukses: Konsep ini tak terbantahkan. Dan, dibandingkan kosep abstrak seperti 'keadilan', aturan ini lebih sesuai dengan realita dari situasi yang dihadapi saat ini.

#2 Gelar pertunjukan itu di tempat lain.
Tujuan: Ketenteraman dan kedamaian. Sebenarnya tidak masalah bila kita mendengarkan monolog anak dengan mainannya. Namun, bukan berarti Anda serta-merta wajib menjadi penonton/korban mereka selama beberapa menit atau lebih, atau Anda jadi harus berteriak-teriak saat menerima telepon agar suara Anda terdengar di tengah-tengah kegaduhan yang membahagiakan itu. Jadi, jika Anda sudah cukup menonton 'pertunjukan' mereka, beri mereka kesempatan untuk bebas menyanyi, membunyikan benda-benda, atau menjerit-jerit sepuas hati di tempat lain. Hal yang sama juga berlaku untuk rengekan, tantrum, atau aksi cemberut.
Kunci sukses: Hal ini memberi pilihan bagi anak, bukan larangan, dan pilihan diberikan tanpa mengabaikan mereka.

#3 Kita tidak akan berdebat soal uang.
Tujuan: Menghentikan rengekan minta dibelikan sesuatu. Aturan ini harus diterapkan secara konsisten. Intinya, Anda berhak memutuskan apakah barang yang diminta anak bisa dibeli atau tidak. Titik. Tidak ada diskusi soal itu. Bila anak protes, ulangi mantra berikut dengan perlahan: Kita tidak akan berdebat soal uang. Ketika anak Anda ingin menghabiskan uang mereka 'sendiri', tunjukkan potensi kesalahan yang bisa mereka buat, lalu berikan saran pembelian, bila Anda menginginkannya. Namun, pada akhirnya, jangan abaikan keinginan mereka, kecuali bila hal tersebut tidak baik untuk kesehatan atau keselamatan mereka.

Kunci sukses: Ini menggeser fokus dari merengek untuk mendapatkan barang menjadi kebijakan finansial. Anda mengubah topik pembicaraan dengan anak-anak. Bukan lagi soal boleh atau tidak mereka makan permen atau membeli mainan plastik, tetapi menjadi penjelasan yang masuk akal mengenai nilai dalam keluarga.

#4 Mama berhenti bekerja pukul 8 malam.
Tujuan: Waktu tidur yang terjadwal dan kesempatan Anda beristirahat. Kita tak bisa serta-merta mengumumkan kepada suami dan anak-anak seperti ini, “Kalian harus tidur sesuai jadwal, agar saya bisa beristirahat di ujung hari.” Namun, bila kita balik situasinya, dan membuat aturan mengenai diri kita sendiri, ternyata akan berbeda hasilnya. Bila kita tak mendikte setiap orang apa saja yang harus mereka lakukan, ternyata – secara mengejutkan – semua malah akan melakukan sesuai keinginan kita.

Kunci sukses: Kita tak menyuruh orang melakukan sesuatu. Aturan ini diciptakan untuk mama, jadi Anda hanya bisa menyalahkan diri Anda, bila tak bisa menerapkan aturan ini.

Klik di sini untuk 7 Kalimat Efektif Mendisiplinkan Anak lainnya.
Foto: FOTOSEARCH

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

7 Kalimat Efektif Mendisiplinkan Anak [Part 1]

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia