Senangnya Jadi Ayah




Bagi banyak orang, pernikahan dan kehadiran anak membuat laki-laki harus megikhlaskan beberapa hal yang dulu menjadi keistimewaannya, misal mengurangi nongkrong bersama teman, melakukan hobinya, atau tidak teratur dalam keuangan.

 
Tak sedikit juga yang menyebut bahwa ketika menjadi seorang ayah, laki-laki harus bekerja semakin keras. Ia harus membagi waktunya antara pekerjaan, dengan istri dan anak-anak.
 
Tidak ada yang salah dengan itu semua. Akan tetapi, transformasi tersebut tidak selamanya menyeramkan. Wayne Parker, pembicara dan pelatih pengasuhan serta penulis buku Power Dads: The Ten Basic Principles Successful Father Use to Raise Responsible and Happy Children, mengatakan bahwa seorang laki-laki justru akan mendapatkan beberapa kebaikan setelah ia menjadi ayah, di antaranya:
 
1. Kesehatan Pribadi yang Meningkat
Bagaimana bisa? Peran sebagai Ayah akan membantu laki-laki membuat pilihan yang lebih baik. Mereka misalnya mulai mengurangi atau menghilangkan aktivitas merokok, kebiasaan makan makanan cepat saji dan lebih memilih makan masakan rumah yang sehat. Memiliki keluarga artinya membuat seorang laki-laki merasa bertanggung jawab untuk pulang dalam kondisi sehat. Inilah yang membimbing mereka memilih gaya hidup yang lebih sehat juga.
 
2. Membuat Lebih Aktif
Bila sebelum menjadi ayah, sebagian laki-laki menonton TV atau bermain game di ponsel setelah pulang kerja, kini mereka punya aktivitas bermain dengan anak-anak atau punya rutinitas bangun di malam hari. Mereka juga bisa mengisi akhir pekan dengan mengajak anak-anak berjalan-jalan ke taman.
 
3. Kesehatan Mental Meningkat
Berbeda dengan perempuan yang mengalami penurunan kesehatan mental pascamelahirkan, ayah tidak demikian. Laki-laki yang berada dalam hubungan keluarga yang sehat cenderung tidak memiliki masalah kesehatan terkait stres.
 
4. Lebih Bisa Merawat
Laki-laki yang sudah menjadi ayah akan mengembangkan kemampuannya untuk merawat dengan lebih baik. Hal ini tidak hanya berlaku untuk merawat diri anak-anaknya saja. Mereka menjadi lebih peduli dan bisa merawat pasangan, teman, maupun rekan kerjanya.
 
5. Risiko Depresi Klinis Lebih Rendah
Pria yang hidup sendiri memiliki risiko depresi dan bunuh diri yang jauh lebih tinggi daripada pria menikah dengan anak-anak. Penelitian dari Harvard Men's Health Watch menunjukkan bahwa pria yang menikah lebih sehat daripada mereka yang tidak menikah, bercerai, atau janda.
 
6. Progres di Kantor
Siapa yang bilang bahwa punya anak hanya akan membuat ayah terbebani secara pekerjaan? Justru, ayah sering kali merasa nyaman dan percaya bahwa mereka dapat bekerja lebih baik di tempat kerja setelah punya anak. Hal ini sehubungan dengan lebih banyaknya dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak dan harapan memiliki hubungan yang lebih baik dengan mereka.
 
7. Peningkatan Kemampuan Mengatasi Stres
Laki-laki dikenal lebih sering menghindari stres daripada menghadapinya. Akan tetapi, laki-laki yang sudah menjadi ayah cenderung memiliki keterampilan mengatasi stres yang lebih baik di semua bidang kehidupan, bukan hanya di rumah. Ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anak mereka mengalami peningkatan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.
 
8. Seks Lebih Baik
Banyak juga yang mengatakan bahwa setelah punya anak, seks menjadi tantangan. Justru, seorang laki-laki cenderung lebih menikmati sosok pasangannya setelah ia melahirkan. Hal ini membuat ikatan antara suami dan istri diperkuat dan akhirnya meningkatkan kepuasan seksual.
 
 
Baca juga:
5 Prioritas Penting yang Harus Ada di Perencanaan Keuangan Papa
Menjadi Papa yang Bisa Membesarkan Anak Berprestasi Seperti BJ Habibie
Bagaimana Cara Papa Saat Harus Mengantar Anak Perempuannya ke Toilet Umum?
Untuk Papa: Luangkan 5 Menit Setiap Hari Untuk Membuat Istri Anda Bahagia
4 Hal Yang Harus Papa Lakukan Bila Si Kecil Menangis
 
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: SHUTTERSTOCK

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

Senangnya Jadi Ayah

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia