3 Kesalahan Umum Orang Tua dalam Membaca Rapor Anak


 

Jadwal pembagian rapor tiba. Wah, akhirnya Mama dan Papa bisa mengetahui evaluasi hasil belajar si kecil di sekolah. Biasanya kolom apa sih, di dalam rapor yang pertama kali dilihat oleh Mama dan Papa?

Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.psi, Psi., psikolog anak dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, mengatakan bahwa ada beberapa kesalahan yang mungkin dilakukan oleh orang tua saat membaca rapor anak, yakni:

 

1. Hanya fokus pada naik turunnya nilai angka

Kesalahan umum orang tua adalah beranggapan jika nilai angka turun artinya anak kurang belajar atau kurang berusaha tanpa mau tahu sebab di balik penurunan tersebut.
 

2. Mementingkan ranking anak di kelas

Nah, di masa kecil Anda dulu, mungkin kolom ranking atau peringkat adalah hal pertama yang dituju saat membaca rapor, ya. Kolom ini juga yang membuat Anda deg-degan ketika orang tua Anda membacanya.
 
Menurut Vera, meskipun kurikulum terkini membuat sekolah tidak lagi mencantumkan kolom ranking atau peringkat, masih ada sebagian orang tua yang menanyakannya ke wali kelas langsung. Itu artinya, masih banyak orang tua yang menganggap bahwa rangking atau peringkat adalah sesuatu yang sangat penting dan signifikan dalam mengevaluasi proses belajar anak.
 

3. Mengabaikan uraian dari guru di dalam rapor

Lantaran hanya fokus pada nilai yang berupa angka, orang tua tidak begitu mempertimbangkan sikap atau perilaku anak yang dicatat guru dalam bentuk uraian. Padahal dengan membacanya secara seksama, orang tua akan mendapat gambaran yang lebih luas tentang performa si kecil.

Vera mengingatkan bahwa kesalahan-kesalahan dalam membaca rapor ini berpotensi membuat Anda menjadi orang tua yang hanya mau melihat hasil—dan tidak menghargai upaya—si kecil. Padahal, menurutnya untuk mengevaluasi performa si kecil di sekolah, Anda butuh banyak aspek—tidak sekadar nilai dan peringkat.

Hal tersebut riskan membuat si kecil merasa kurang dipahami dan kurang dicintai. Tak hanya itu, ia juga akan merasa terbebani untuk selalu mendapatkan nilai yang terbaik dan pada akhirnya melakukan segala macam cara, termasuk menyontek misalnya.

Baca juga:
Evaluasi Rapor Anak
Ketika Rapor Anak Merah
Memberdayakan Pengasuh Menemani Anak Belajar di Rumah
4 Aplikasi Belajar Untuk Anak
3 Kebiasaan Mama Ini Bantu Anak Rajin Belajar
 

(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia