5 Aturan Olahraga untuk Anak saat Puasa


 

“Nanti haus, lho,” atau “Nanti memangnya nggak capek terus lemas dan minta buka puasa duluan?” adalah respon-respon yang sering meluncur dari mulut Mama saat mengetahui si kecil akan melakukan aktivitas fisik saat puasa. Ya, melakukan aktivitas fisik atau berolahraga memang membuat berkeringat dan lelah. Di samping itu, paska melakukan aktivitas fisik, tubuh tentu butuh hidrasi ulang. Kan, lagi puasa, pasti nggak bisa, dong.
 
Apakah ini artinya si kecil harus dilarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga?
 
Tidak, Ma. Justru anak-anak tetap perlu berolahraga atau beraktivitas fisik selama berpuasa. Menurut praktisi kebugaran anak, Ivander Elvindy yang juga merupakan advance general manager Rockstar Gym Kota Kasablanka, Jakarta, jika seseorang sudah melakukan aktivitas fisik atau berolahraga rutin tiga kali seminggu lantas berhenti total selama satu bulan saat berpuasa, maka ia akan mengalami penurunan kekuatan dan kebugaran tubuh. “Kalau sudah terbiasa olahraga, kan, tubuh semakin fleksibel dan kuat. Nah, ketika berhenti olahraga selama satu bulan sama artinya dengan mundur di kondisi tubuh empat bulan sebelumnya,” ujarnya.
 
Ivander mengatakan bahwa pada dasarnya, saat berolahraga tidak ada perubahan yang begitu besar pada kondisi tubuh. “Yang berubah, kan, hanya pola makannya saja,” tukasnya. “Jadi, dengan tetap beraktivitas fisik atau berolahraga, stamina tubuh akan tetap kuat selama puasa. Ini justru poin plus untuk anak-anak.”
 
Melihat pentingnya tetap berolahraga selama berpuasa, Ivander menyebutkan bahwa tetap ada beberapa aturan berolahraga untuk anak-anak selama puasa, yakni:
 
Tidak Seberat Biasanya
“Tidak perlu memaksa anak-anak untuk berolahraga yang terlalu ekstrem,” ujar Ivan. “Prinsipnya, yang penting anak-anak tetap bergerak. Ototnya terlatih, motorik kasarnya pun demikian,” imbuhnya. Ivan menyarankan beberapa olahraga dalam bentuk permainan agar si kecil lebih bersemangat.
 
Mengurangi Intensitas
Puasa memang tidak berarti meniadakan olahraga, tapi intensitasnya sebaiknya dikurangi. “Jadi, misalnya biasanya latihannya berat atau high impact banget, ini dikurangi saja intensitas latihannya. Bukan frekuensinya ya, yang berkurang,” jelasnya.
 
Mengurangi Durasi
Orang tua juga perlu mengamati kondisi fisik anaknya. Bila memang sudah terlihat tidak kuat, sebaiknya segera hentikan atau kurangi durasi olahraga. Namun, menurut Ivan, tidak semua anak punya kebutuhan mengurangi durasi olahraganya selama berpuasa. Menurutnya, anak yang sudah terbiasa berolahraga justru tidak akan terbebani oleh masalah durasi olahraga saat berpuasa. “Justru itu bisa jadi pride tersendiri bagi anak-anak bahwa mereka tetap bisa melakukannya walau sedang berpuasa,” jelasnya. “Jadi, dikembalikan lagi pada kekuatan masing-masing anak ya, karena tidak bisa disamakan,” imbuhnya.
 
Waktu Istirahat
Waktu istirahat sangat diperlukan dalam satu sesi olahraga. Misalnya saja, dalam aktivitas fisik selama satu jam, berikan waktu istirahat selama 10-15 menit. “Kalau tidak berpuasa, kan, biasanya istirahat itu digunakan untuk minum. Kalau sedang puasa, ya, dipakai untuk duduk dulu, atau melakukan gerakan stretch,” tutur Ivan.
 
Penuhi Kebutuhan Asupan dan Cairan
Yang terakhir, Ivan juga menyinggung soal asupan selama bulan puasa. Selalu cukupi asupan makanan yang bernutrisi seimbang serta cairan selama bulan puasa. Ini akan membantu tubuh tetap kuat untuk berolahraga selama puasa. “Hasilnya, anak lebih berstamina,” tutupnya.
 
 
Baca juga:
Bila Anak Ketahuan Membatalkan Puasa Diam-diam
Mendorong Anak Semangat Berpuasa
Puasa Pertama Anak
Cara Mona Ratuliu Ajari Anak Berpuasa
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 
 
 

 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia