9 Cara Mencegah Anak Tidak Mengompol


 

Mempraktikkan potty training di malam hari umumnya memang lebih berat ketimbang di siang hari. Alasannya, si kecil seringkali sulit terbangun dan pergi ke toilet saat ia merasa ingin buang air. Akhirnya, ia pun mengompol.
 
Kalau sudah begini, Mama harus mencuci sprei dan mengeringkan kasur. Tentu melelahkan sekali jika hal yang sama terjadi setiap malam. Bagaimana, sih, agar si kecil tidak mengompol lagi saat tidur di malam hari?
 
1. Pipis Dulu Sebelum Tidur
Ini adalah strategi yang paling umum dilakukan oleh setiap orang tua. Ajak anak Anda untuk selalu ke toilet sebelum tidur. Latih ia untuk buang air sebelum tidur. Scott J. Goldstein, MD, instruktur pediatrik klinis di Northwestern University School of Medicine di Chicago mengatakan "Ketika anak Anda mengosongkan kandung kemihnya, ada sedikit kemungkinan dia harus buang air kecil di malam hari.” Masukkan aktivitas ini ke dalam rutinitas mereka sebelum tidur, termasuk cuci tangan dan kaki, serta gosok gigi.
 
2. Jadwal Tidur yang Konsisten
Tahukah Anda bahwa jadwal tidur yang konsisten juga membantu menyumbang keberhasilan untuk mencegah anak mengompol. Kirstin Campbell, MD, dokter anak di St. Louis Children’s Hospital, Missouri, AS, mengatakan bahwa anak-anak yang kurang tidur atau terlalu lelah lebih cenderung mengompol di malam hari.
 
3. Atur Jadwal Minum, Bukan Membatasi
Naluri Anda saat melihat si kecil mengompol mungkin mengatakan bahwa Anda harus membatasi konsumsi cairannya. Hal ini salah dan justru bisa berakibat buruk seperti dehidrasi atau sembelit. Audrey Rhee, MD, pediatric urologist di Cleveland, Ohio, AS, menyarankan agar orang tua mengatur jadwal minum untuk anak-anak, bukan membatasi. Menurutnya, untuk mencegah agar anak-anak tidak mengompol, sebaiknya tingkatkan asupan cairan di awal hari hingga sore hari, dan secara bertahap kurangi di malam hari.
 
4. Menghindari Kafein  
Hindarkan anak dari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti cokelat, susu cokelat, atau teh. Menurut Canadian Paediatric Society, kafein bersifat diuretik atau susah dicerna. Selain itu jus jeruk, perasa buatan, pewarna, serta pemanis juga dapat mengiritasi kandung kemih.
 
5. Tidak Terlalu Banyak Makan Snack Kemasan
Hindari juga terlalu banyak mengonsumsi snack kemasan yang asin atau gurih. Lane Robson, ahli nefrologi pediatrik di The Children's Clinic di Calgary, Canada, mengatakan, “Jika anak Anda mengonsumsi banyak makanan olahan, kemungkinan besar makanannya mengandung banyak sodium.” Ia menjelaskan bahwa asupan garam akan membuat ginjal bekerja ekstra untuk mengatur keseimbangan garam dan mendorong produksi kencing.
 
6. Cegah Sembelit
Howard J. Bennett, MD, dokter anak dari Washington DC, AS, mengatakan, “Sembelit adalah penyebab umum untuk masalah kandung kemih.” Saat sembelit, rektum yang terletak di belakang kandung kemih diisi dengan kotoran yang besar dan keras, maka akan ada lebih banyak tekanan pada kandung kemih. Untuk itu ia menyarankan agar anak-anak mengonsumsi buah dan sayur serta makanan berserat untuk memperlancar pencernaan agar tidak sembelit.
 
7. Tidak Marah
Mengompol sering terjadi karena kandung kemih si kecil belum berkembang secara sempurna, dan saraf yang mengatur hubungan kandung kemih dengan otak masih berkembang serta sedang berusaha menciptakan hubungan. Nah, karena mengompol secara umum adalah masalah saraf, menghukum atau mempermalukan anak yang sedang mengalaminya tak akan membantu, malah akan memperpanjang pengobatan. Menurut Lawrence Balter, Ph.D., psikolog di New York City, AS, sebaiknya awali dengan memberi penjelasan kepada anak Anda mengenai apa yang sedang terjadi dengan tubuhnya, dengan kata-kata yang bisa dipahami anak. Bersabarlah dan selalu beri anak pujian ketika mereka menunjukkan perkembangan.

8. Tidak Membangunkan Anak
Anda mungkin berpikir membangunkan anak di tengah malam untuk memintanya buang air ke toilet. Namun, hal ini justru akan membuatnya frustasi dan mengurangi kualitas tidurnya.
 
9. Gunakan Sistem Reward
Beri si kecil reward ketika ia berhasil tidak mengompol di malam hari. Anda bisa memberinya stiker tiap ia tidak mengompol. Stiker yang sudah terkumpul bisa ditukar dengan hadiah yang sudah Anda sepakati dengannya.
 
Baca juga:
Si Sulung Kembali Mengompol
Anak Mengompol Karena Stres?
Pengaruh Kebiasaan Mengompol pada Anak
Mengapa Anak Masih Mengompol? Ini Alasannya
Mengompol Saat Hamil, Normalkah?
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK

 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia