7 Dampak Toxic Parent bagi Anak



Orang tua yang toksik sering kali memaksakan kehendak dan standar mereka kepada anak-anak. Bila tak mampu memenuhinya, maka orang tua pun tak segan untuk menyudutkan bahkan “mengkambing hitamkan” anak-anak sebagai pihak yang memalukan keluarga atau mengecewakan orang tua.
 
Anak-anak dari orang tua yang toksik tidak memiliki kebebasan untuk menentukan jalannya sendiri. Mereka kerap harus mengesampingkan perasannya sendiri. Psikolog dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa orang tua yang toksik umumnya tumbuh di keluarga yang toksik juga pada masa anak-anak. “Mereka jadi tidak mengenal pola hubungan yang sehat. Jadinya, apa yang mereka alami di masa anak-anak, ya diterapkan lagi,” ujar Psikolog yang sering dipanggil Wita ini.
 
Apa dampak perilaku toksik orang tua bagi anak-anak?


1. Anak Merasa Tidak Pantas Dicintai

Anak-anak yang tumbuh dari keluarga toksik akan punya perasaan bahwa mereka tidak pantas dicintai sebab terlalu sering diabaikan kebutuhan emosionalnya.

2. Self Esteem-nya Rendah

Kritik tajam yang terlalu sering dilontarkan orang tua akan menurunkan kepercayaan diri seorang anak dan kemudian berdampak pada rendahnya self esteem mereka serta perasaan tidak berharga.

3. Menjadi Perfeksionis

Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua toksik terbiasa dengan standar tinggi yang diterapkan oleh orang tuanya. Itulah sebabnya mereka bisa tumbuh menjadi anak perfeksionis yang terlalu keras dengan dirinya sendiri dan memaksa dirinya untuk mencapai berbagai standar bahkan yang tidak masuk akal sekali pun. Mereka kemudian akan menjadi stres bila standar yang tidak masuk akal tersebut tidak terpenuhi.

4. Sering Menyalahkan Diri Sendiri

Anak-anak dari orang tua toksik sudah sering “dikambing hitamkan”. Oleh karenanya, bila ada sesuatu yang gagal, maka mereka akan tak segan menyalahkan diri mereka sendiri.

5. Tidak Mudah Percaya

Lantaran tumbuh di lingkungan yang tidak bisa memberikan perasaan aman dan nyaman, anak-anak dari orang tua toksik akan tidak mudah percaya dan mudah merasa cemas. Ini sebetulnya bisa merugikan mereka.

6. Memiliki Relasi yang Tidak Sehat

Menurut Wita, anak-anak dari orang tua toksik juga berisiko memiliki hubungan asmara yang tidak sehat lantaran terbiasa dengan hubungan yang tak sehat di rumah.

7. Bagai Lingkaran Setan

Hal yang paling sering terjadi, anak-anak dari keluarga toksik akan menjadi orang tua yang toksik juga saat mereka memiliki anak. Ini bak lingkaran setan yang tak pernah berhenti.
 
 
Baca juga:
5 Ciri Toxic Parent
Membangun Rasa Percaya Diri Anak
Cegah Minder pada Anak
4 Penyebab Anak Stres dan Solusinya
Efek Buruk Bertengkar Depan Anak
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia