Jelang Sekolah Dibuka, Klaster Sekolah Malah Bermunculan




Berdasarkan, Surat Keputusan Bersama Empat Menteri mengenai kegiatan belajar mengajar di masa pandemi COVID-19, sekolah akan kembali dibuka pada Juli 2021 setelah semua tenaga pendidik divaksinasi. Sementara, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa klaster sekolah justru bermunculan.
 
Berikut ini redaksi merangkum beberapa kasus klaster sekolah:
 

  • Di Sragen, 3 Sekolah Jadi Titik Penularan Lingkungan Sekitar
Terdapat puluhan guru, karyawan, serta siswa yang terpapar COVID-19 dari sekolah, yakni SD di Gemolong, MIR dan MIN di Sragen.
 
Seorang guru perempuan menceritakan pengalamannya terpapar COVID-19. Ia merasa tertular lantaran abai membuka masker sekejap untuk foto selfie bersama di sebuah acara perayaan bersama guru lainnya.
(Sumber: INews, 15/6)
 
  • 27 Siswa Positif COVID-19 di SMAN 1 Padang Panjang
Sejak dibukanya pembelajaran tatap muka pada 21 Mei 2021, terhitung sebanyak 27 orang siswa terinfeksi COVID-19. Klaster ini bermula dari tiga siswa positif. Sekolah kemudian melakukan tracing dan mendapati siswa positif lainnya. Untuk menghentikan laju transmisi, sekolah tatap muka ditiadakan hingga waktu yang belum ditentukan.
(Sumber: CNN Indonesia, 6/6)
 
  • 11 Guru dan 6 Siswa Positif di Pekalongan
SMK Ma’arif Tirto, Kabupaten Pekalongan ditutup sementara lantaran 11 guru dan 6 siswa positif COVID-19. Pihak sekolah mengatakan bahwa seluruhnya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).
(Sumber: detiknews, 10/6)
 
  • Guru Nekat Berangkat Bekerja, SMAN 4 Pekalongan Jadi Klaster
37 tenaga pendidik di SMAN 4 Pekalongan terkonfirmasi positif COVID-19.Klaster ini bermula dari seorang guru tetap berangkat bekerja dan berkumpul bersama teman-temannya meskipun dalam keadaan sakit. Guru ini ternyata mengalami gejala kehilangan penciuman atau anosmia. Akhirnya, sekolah meminta semua guru untuk bekerja dari rumah.
(Sumber: beritasatu, 2/6)
 
  • Klaster Sekolah di Cimahi
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono, ada 23 siswa serta 18 guru SD, 6 siswa serta 4 guru SMP, dan 2 guru TK yang terkonfirmasi positif COVID-19 di sana. Namun, dirinya meyakini bahwa tidak semua kasus diakibatkan terpapar dari pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka tahap 1 dan 2. Sebab, ada 5 siswa SD dan 5 siswa SMP yang tidak menjalankan simulasi PTM tapi siswanya positif. Untuk itu, pembukaan kembali sekolah di Cimahi diwacanakan akan mundur sebulan hingga Agustus 2021.
(Sumber: INews Jabar, 15/6)
 
  • 8 Guru Positif COVID-19 di Lasem
Pembelajaran di SMA 1 Lasem, Kabupaten Rembang kembali diadakan daring lantaran delapan guru dinyatakan positif COVID-19 usai menjalani tes usap. Klaster sekolah ini diketahui berasal dari seorang guru yang dinyatakan positif COVID-19.
 
 
Kasus Positif COVID-19 pada Anak Didominasi Usia Sekolah
Terlepas dari klaster sekolah, saat ini kasus positif COVID-19 pada anak juga meningkat. Total kasus anak positif COVID-19 pada 16 Juni 2021 berdasarkan data covid19.go.id adalah 12,5%, yang mana 9,6% adalah anak usia 6-18 tahun.
 
Di Bekasi misalnya, kasus anak naik jadi 19,7%. Mayoritas anak terpapar dari klaster keluarga. Pemkot Bekasi akhirnya merekomendasikan untuk tidak menambah jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 karena dikhawatirkan justru malah menyebabkan klaster sekolah baru.
 
Baca juga:
Sulitnya Penanganan Pasien Anak Positif COVID-19 di Indonesia
Imbauan IDAI Mengenai Dibukanya Kembali Sekolah Juli 2021
Pandemi Belum Reda, Sejumlah Orang Tua Setuju Sekolah Kembali Dibuka
Baru 51% Sekolah Punya Sarana Cuci Tangan
Ada Klaster Sekolah, Amankah Melepas Anak Sekolah Tatap Muka?
Lost Generation, yang Dikhawatirkan dari COVID-19
 
 
LTF
FOTO: SHUTTERSTICK
 
 
 

 


Topic

#pembelajarantatapmuka #corona #coronavirus #viruscorona #covid19 #dirumahsaja #dirumahaja #belajardirumah #workfromhome #vaksin #vaksincovid19 #sinovac

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Jelang Sekolah Dibuka, Klaster Sekolah Malah Bermunculan