Si Kecil Suka Membandingkan Anda Dengan Orang Tua Lain?


 

Gara-gara tidak mau membelikan ponsel pintar, si kecil mulai membanding-bandingkan Anda dengan orang tua yang lain. Kalimat “Ah, Mama-Papa tidak bisa seperti orang tuanya Adhi!” pun meluncur.
 
Tidak hanya persoalan itu saja yang membuatnya membanding-bandingkan Anda dengan orang tua temannya. Soal aturan di rumah juga bisa membuat si kecil berpikir bahwa Anda tidak lebih baik dari pada orang tua yang lain.
 
Anda mungkin kesal. Tapi tahan agar tidak terlalu reaktif. Psikolog Nessi Purnomo, M.Si., menyampaikan bahwa membuat penilaian dan perbandingan adalah salah satu kemampuan yang dimiliki anak berkaitan dengan analisis sosial. “Sebenarnya, ia belum memahami betul alasan mengapa ia membanding-bandingkan orang tuanya. Yang ia tahu hanya ada sesuatu yang menurutnya lebih baik daripada yang terjadi padanya,” ujar Nessi. Nessi menyarankan, sebaiknya Anda justru mengambil kesempatan ini untuk mengarahkannya pada hal yang lebih positif.
 
Nah, apa yang harus dilakukan orang tua ketika sang anak membanding-bandingkannya dengan orang tua anak lain? Berikut ini pendapat Nessi:
 
1. Tidak Diambil Hati
Anda mungkin menangkap sinyal yang buruk dari perkataan anak Anda. Tapi, alih-alih sedih atau marah, sebaiknya tidak perlu memikirkan terlalu serius perkataan tersebut.
 
2. Bertanya
Anak-anak sebenarnya belum paham betul alasan mengapa membanding-bandingkan. Oleh karena itu, jangan menanggapi terlalu reaktif anak Anda. Saat Anda reaktif, justru akan membuat jarak dengan anak.
 
Yang bisa Anda lakukan adalah mengajukan pertanyaan seperti, “Mengapa kamu bisa bilang begitu? Menurut kamu, Mama/Papa salah atau kurang dalam hal apa? Memangnya orang tua teman kamu seperti apa?” Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang ada di dalam pikiran si kecil.
 
3. Menjawab
Setelah bertanya pada si kecil, sekarang saatnya Anda menjawab si kecil. Manfaatkan momen saat anak membanding-bandingkan orang tua ini sebagai kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Anda.
 
Misal, tentang kondisi Papa yang bekerja di luar kota sehingga tidak bisa setiap hari bertemu keluarga. Katakan padanya, “Papa bukan tidak sayang sama kamu. Ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita semua. Itu wujud kasih sayang Papa. Kamu kan tetap bisa video call, dan di sini ada Mama yang selalu menjaga kamu.”
 
Jika ia tetap dengan pendapatnya, “Ya, tapi kan bisa kerja di sini aja. Papa yang lain juga kerjanya nggak jauh.” Ambil kesempatan ini untuk mengenalkan lebih dekat pekerjaan suami Anda. Misal, “Papa kerjanya di bidang perminyakan. Pekerjaan itu harus dilakukan di laut lepas, tidak bisa mengebor di sini”. Buat penjelasan sespesifik mungkin yang ia mengerti dan berikan informasi apapun yang ia butuhkan.
 
4. Arahkan Pada Hal-hal Positif
Alih-alih melarang anak untuk membanding-bandingkan, sebaiknya arahkan ia pada hal-hal positif dari apa yang ia keluhkan. Misal, soal jumlah TV di rumah. Katakan padanya, “Teman kamu mungkin memang senang bisa nonton TV di kamar sendiri. Tapi keluarga kita juga nggak kalah seru, kok. Kan enak bisa nonton bareng. Keluarga kita jadi bisa kumpul semua di ruang tengah.”
 
 
Baca juga:
Hindari Membandingkan Anak
Jangan Kesal Dulu Saat Hadapi 6 Kejadian Mengejutkan yang Dilakukan Anak
Anak Mudah Marah, Wajarkah?
Anak Marah Saat Mama Bekerja? Ini Solusinya!
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: PIXABAY
 

 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

Si Kecil Suka Membandingkan Anda Dengan Orang Tua Lain?

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia