Vaksin HPV pada Anak SD Tidak Sebabkan Menopause Dini


Isu tentang kanker serviks (leher rahim) menghangat setelah Pemerintah Daerah DKI Jakarta membuat gerakan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) untuk anak-anak sekolah dasar (SD). Sempat beredar juga kabar tentang vaksin HPV yang menyebabkan menopause dini di media sosial, yang dibantah oleh Kementerian Kesehatan lewat keterangan resminya, sebagaimana dilansir oleh Femina.co.id, karena sempat meresahkan masyarakat akhir tahun lalu.

Vaksin HPV sebenarnya sudah ada sekitar 15 tahun lalu, bahkan di beberapa negara sudah diberikan secara gratis. Menurut para peneliti  di dunia, penemuan vaksin tersebut adalah anugerah terindah untuk para wanita, karena kanker serviks menjadi satu-satunya kanker di dunia yang dapat dicegah lewat vaksin. Sayang, kanker serviks masih menduduki peringkat kedua sebagai kanker paling mematikan bagi wanita setelah kanker payudara.

Dan menurut dr. Yusfa Rasjid, dari RSIA YPK Mandiri, Jakarta, pemberian vaksin serviks kepada anak usia SD tidak akan berdampak buruk, apalagi menyebabkan menapouse dini, seperti berita yang banyak beredar. Vaksin serviks dinilai aman karena yang disuntikkan ke dalam tubuh adalah protein yang terbentuk dari virus macromolecular, yang menyebabkan antigen dalam tubuh.

Bahkan pemberian vaksin HPV pun dapat dilakukan sejak dini, yaitu pada usia 9 tahun. Tujuannya, agar kekebalan tubuh terhadap virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks terbentuk sejak dini. Virus HPV sendiri hanya bisa ditularkan lewat hubungan seksual. Namun, untuk memberikan vaksin serviks, menurut dr. Yusfa, tidak perlu menunggu seorang wanita aktif secara seksual.

“Waktu kapan pertama kali diberikan vaksin HPV, tidak masalah. Sejak usia dini lebih baik agar tubuh segera terlindungi. Cukup sekali vaksin serviks, tubuh akan terlindungi, dan seumur hidup tidak perlu vaksin ulang karena antibodi tubuh terhadap virus sudah terbentuk,” katanya.

Berdasarkan data klinis, pemberian vaksin HPV paling efektif di usia 9-13 tahun, yaitu di kelas 5 dan 6 SD. Hal ini karena pada usia tersebut anak belum melakukan hubungan seks. Bila vaksin HPV diberikan di atas usia 13 tahun, maka akan kurang efektif karena kemungkinan infeksi sudah lebih dahulu masuk.


Baca Juga: Vaksin HPV untuk Anak Perempuan
 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia