Penyebab Anak Batuk Pilek

Sudah hampir satu minggu ini, Dyandra (7) sering terdengar batuk-batuk dan hidungnya berair. Memang, ia masih terlihat aktif. Tapi, kalau sudah batuk-batuk, kadang-kadang ia jadi lelah dan kesal. “Ma, kenapa, sih, aku batuk terus?” tanyanya.

Andrea, mamanya, dari Pekayon, Bekasi, khawatir, hanya ia tak ingin menunjukkannya. “Mungkin kamu kecapekan saja, sayang… Atau, kamu jajan yang manis-manis?” Huh, batuk yang tak kunjung sembuh memang menjengkelkan. Bukan hanya bagi anak yang sedang batuk, tapi juga bagi yang mendengarnya. Heran… batuk, kok, terus menerus! Tapi, jika batuk tanpa ada gejala lain seperti demam atau sakit kepala, haruskah anak juga dibawa ke dokter?

Sebetulnya, batuk dan bersin adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Lewat batuk, apa yang asing itu terlontar keluar, sehingga sehingga saluran pernapasan kembali bersih. Mekanisme batuk memang sama seperti bernapas, yaitu menarik napas (inspirasi) dan mengembuskan napas (ekspirasi).

Jadi, batuk dan bersin sebetulnya adalah letupan ekspirasi, sehingga waktunya sangat singkat dan udara yang keluar dari paru-paru pun sangat cepat. Mengingat anak ‘sibuk’ beraktivitas, mungkin saja ia terpapar
sesuatu yang bisa memicu batuk.

Namun, Anda harus waspada kalau batuknya sudah bukan lagi ‘batuk biasa’. Selain rangsangan di saluran napas atau adanya kelainan di tubuh anak sendiri (misalnya, gangguan pada sistem saraf pusat di otak), ada pula batuk yang merupakan gejala penyakit tertentu. Bila batuknya sangat sering, timbul kapan saja (baik siang maupun malam!), bisa jadi itu merupakan gejala penyakit tertentu. Jadi, bawalah anak ke dokter agar ia mendapat penanganan yang tepat.

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia