Memahami 3 Kebiasaan Bayi Baru Lahir


Berbagai kekhawatiran berkecamuk saat mendengar bayi menangis. Jika tak benar-benar memahami arti tangis bayi, atau Anda telanjur panik, maka bisa saja tangis bayi tak kunjung berhenti karena Anda keliru meresponsnya. Risiko menghadapi tangis bayi berkepanjangan adalah bisa membuat Anda stres karena merasa ‘gagal’ akibat tak bisa memahami bayinya sendiri.

1. Cepat paham tangis bayi baru lahir...
- Pahami 5 ‘bahasa’ tangisan bayi baru lahir, “nih”= lapar, “owh”= mengantuk, “hih”= tak nyaman (popok basah, kedinginan, dan lain-lain), “iir”= butuh sendawa.
- Tetap tenang, ajak bayi bercakap-cakap ambil mencek kondisinya, misalnya “Kenapa, Sayang? Popokmu basah? Atau Adik mau menyusu?” kadang-kadang suara tenang mama dapat menenangkan bayi yang gelisah.
- Percaya pada insting keibuan saat Anda mencari tahu apa yang diinginkan bayi. Melalui proses, dalam beberapa minggu Anda akan memahami arti tangis bayi. 

2. Cara Ganti Popok Bayi tanpa Dikencingi atau Kena Pup
Mengganti popok, terutama bayi laki-laki, dapat menjadi tantangan tersendiri, sebab mereka cenderung langsung pipis begitu popok dilepas akibat tekanan popok atau sentuhan tangan Anda pada organ genitalnya yang sensitif. Selain itu, mengganti popok
bayi juga berisiko terkena pup, terutama jika ternyata bayi tengah berusaha BAB saat popok diganti. Risiko ‘kecelakaan’ itu adalah boros pemakaian tisu, popok, dan lebih lama menangani kotoran yang kemana-mana sehingga waktu istirahat Anda berkurang.

Mengatasinya...
- Jangan buka popok seluruhnya sekaligus. Sobek atau buka perekatnya saja dulu sampai Anda yakin si kecil sudah menuntaskan pipis atau pup.
- Perhatikan isyarat atau kebiasaan bayi di waktu penggantian popok. Misalnya jika wajahnya berubah hampa (atau tegang) saat sedang diganti popok karena pipis, mungkin ia sedang berusaha BAB.

3. Memindahkan Bayi dari Pangkuan ke Ranjang tanpa Membangunkan
Bayi baru lahir memiliki irama tidur yang berbeda dari anak-anak dan orang dewasa. Mereka cenderung mudah tertidur, namun juga mudah terbangun. Susahnya, ketika mereka tertidur di car seat atau pangkuan, tak mudah memindahkannya ke ranjang tanpa membangunkannya. Padahal bayi yang terbangun kemungkinkan sulit untuk tidur kembali, dan butuh waktu serta energi untukmenidurkannya kembali!

Cara memindahkan tanpa membangunkan…
- Menurut praktisi dokter anak dari klinik Sears Family Pediatrics, AS, Dr. William Sears, butuh sekitar 20 menit setelah matanya terpejam bagi bayi baru lahir untuk tertidur pulas, sehingga tak mudah terbangun. Jadi jangan buru-buru memindahkannya!
- Lakukan uji ‘lengan jatuh’ sebelum memindahkan. Caranya, saat bayi tidur, angkat sedikit salah satu lengannya. Jika lengan itu lemas dan terkulai saat dilepas, artinya bayi sudah tidur pulas. Jika lengan masih kaku, artinya bayi masih di tahap tidur ringan.
- Jaga posisi bayi tetap menyamping di dada saat dipindah. Saat mengangkat, posisikan lengan kanan menyamping menahan tubuh dan bokong bayi, serta tangan kiri memegang kepala. Rebahkan perlahan hingga tangan kanan lurus di kasur, lalu putar perlahan hingga lepas dari badannya.

Foto: fotosearch


 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia