6 Penyakit Ini Bisa Mengintai Anda Ketika Stres


Dok.123RF

 
Tanpa disadari tekanan pekerjaan seringkali membuat Anda stres. Masalahnya, jika sudah mengalami stres secara otomatis banyak pula penyakit yang diam-diam mengintai kesehatan Anda.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa muncul ketika Anda stres berlebihan dan lama jangka waktu lama:

- Lebih sering mengalami migrain atau sakit kepala sebelah, ketika Anda dilanda stres maka zat neurokimia di otak dapat merangsang saraf dan dapat mengalami pembengkakkan. Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan migrain.

- Lebih sering mengalami penyakit lambung, tanpa disadari menurut Deborah Rhodes, MD, spesialis penyakit dalam di Mayo Medical School, Rochester, Minnesota, tekanan dan beban berat pekerjaan ternyata juga sangat berpengaruh terhadap kerja usus dan lambung.

Jika terlalu stres maka secara otomatis lambung dapat menghasilkan zat asam yang bisa meningkatkan produksi gas yang membuat perut kram, kembung dan nyeri.


- Mudah terkena batuk dan pilek, kedua penyakit ini berkaitan erat dengan sistem imun seseorang yang menurun. Semakin Anda stres maka akan semakin rentan terserang batuk dan pilek.

- Mengalami Insomnia atau sulit tidur, beban pikiran juga sangat berpengaruh terhadap gangguan tidur terutama ketika malam hari. Kurangnya waktu tidur dapat mengakibatkan Anda mudah tersinggung dan cemas sehingga emosi pun menjadi sulit dikelola.

- Sering mengalami sakit punggung, kebanyakan sakit punggung yang kronis disebabkan oleh stres psikologis akibat adanya ketegangan di saraf pusat yang dapat mengurangi aliran darah ke otot.

- Sulit hamil, tentu saja lagi-lagi hal ini dapat diakibatkan oleh stres berlebihan. Cobalah untuk mengelola stres Anda jika ingin memiliki keturunan lagi, ya Ma. Sebab, ketika ingin hamil kembali, baik psikis maupun psikologis Anda harus seimbang untuk menghasilkan hormon oksitosin (hormon yang membuat tubuh relaks). (Aprilia Safitri R)

Baca Juga: 5 Tipe Sarapan Mama Setelah Punya Anak 



 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia