Bekerja Lebih dari 40 jam Seminggu Berisiko Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi


 

Apa yang biasa Anda alami setelah bekerja selama berjam-jam? Nyeri di beberapa bagian seperti tengkuk, leher, lengan, ataupun pinggang? Ya, mungkin inilah yang Anda rasakan saat harus bekerja lembur karena dikejar target. Tak hanya itu, pusing, stres, dan juga kelelahan menjadi salah satu efek samping yang menyertainya.
 
Tak hanya itu, Xavier Trudel, Ph.D., profesor di Department of Social and Preventive Medicine di Laval University di Quebec, Kanada, mengatakan bahwa ada dampak yang bisa jadi tak terdeteksi dari bekerja terlalu lama, yakni kecenderungan tekanan darah tinggi.
 
Periksa Jumlah Jam Kerja Anda
Xavier bekerja bersama tim dari University Hospital of Quebec, Kanada, mengumpulkan data jam kerja sekaligus tekanan darah dari lebih 3500 pekerja. Hasilnya, bekerja lebih dari 40 jam (sekitar 41-48 jam) dalam seminggu dikaitkan dengan kemungkinan 54% lebih tinggi terkena masked hypertension dan 42% kemungkinan lebih tinggi mengalami hipertensi berkelanjutan. Sementara itu, bekerja selama 49 jam seminggu atau lebih dapat meningkatkan kemungkinan masked hypertension dan 66% kemungkinan hipertensi berkelanjutan.
 
Xavier menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan masked hypertension adalah kondisi di mana pembacaan tekanan darah Anda tampak normal akan tetapi Anda berada dalam risiko hipertensi. Hal ini bisa disebabkan oleh stres dan pekerjaan yang terlalu berat.
 
Memprioritaskan Keseimbangan Kerja
Hipertensi terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. Oleh karenanya, Xavier mengatakan bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan alasan untuk memprioritaskan keseimbangan kerja. Dirinya berpesan agar orang harus sadar bahwa jam kerja yang panjang dapat memengaruhi kesehatan jantung mereka. Bila pun Anda memiliki jadwal kerja yang lama, Anda juga harus rutin memonitor tekanan darah Anda.
 
Cara Mengimbangi
Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengimbangi pekerjaan dan risiko pekerjaan Anda, di antaranya adalah mengonsumsi makanan sehat, serta berolahraga cukup. Anda juga bisa melakukan manajemen stres seperti praktik mindfulness yang terbukti membantu menurunkan tekanan darah. Di samping itu, pastikan juga Anda memiliki waktu istirahat yang cukup.
 
Baca juga:
Anak Marah Saat Mama Bekerja? Ini Solusinya!
Dampak Positif Mama Bekerja
Berhenti Bekerja Seterusnya atau Sementara?
Perasaan Bersalah Ibu Bekerja Pemicu Stres Kronis
6 Cara Mengelola Keuangan Saat Pasangan Berhenti Bekerja
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: PIXABAY
 

 
 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

Bekerja Lebih dari 40 jam Seminggu Berisiko Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia