Pasangan Bahagia = Orang Tua Bahagia


 

Apa, sih, yang bisa kita lakukan agar dapat menjadi pasangan yang bahagia, dan pada akhirnya menjadi orang tua yang lebih baik dalam mengasuh anak?

- Tetap memiliki waktu berdua. Menjadikan anak sebagai pusat kehidupan seakan membuat keluarga yang ramah anak. Namun, sesungguhnya, dalam jangka panjang ini menjadikan ketidakbahagiaan dalam perkawinan. Sesekali miliki waktu bersantai berdua, sementara anak dititipkan kepada orang yang dipercaya. Setelahnya, kembalilah memiliki waktu keluarga.

- Sepakati kode komunikasi berdua. Sesekali bunda dan ayah ingin membicarakan sesuatu, atau sebaliknya justru meminta pasangan berhenti dulu karena anak muncul, ataupun untuk hal-hal lain, berikan kode yang sudah disepakati berdua. Kode bisa berupa lambaian tangan, lirikan tertentu, suatu kata. Kode bisa menciptakan kekompakan pasangan, lho.

- Sampaikan pesan secara jelas. Hindari menyindir, hindari pula kata-kata yang dapat menyakitkan pasangan. Ketika menyampaikan pesan, pastikan ia sedang siap diajak bicara, bukan sedang asyik menonton, heboh memasak, ataupun pusing mendengar teriakan anak. Tatap matanya, pegang tangan atau bahunya, dan sampaikan apa yang diharapkan dari pasangan.

- Tetapkan target jangka menengah dan panjang bersama. Tak hanya dari sisi keuangan, namun juga dalam berbagai aspek kehidupan. Contoh, kapan akan mulai memisahkan si kecil untuk tidur di kamarnya sendiri, atau akan liburan ke mana. Menetapkan target adalah satu sumber percakapan yang menyenangkan, apalagi kalau setelahnya bisa saling bekerja sama mencapainya.

- Cari ahli/orang yang netral, jika punya masalah yang terus dipertengkarkan. Jangan tunggu sampai masalah jadi terlalu banyak dan lebih sulit diselesaikan. Usahakan menyelesaikan masalah sampai tuntas, yaitu sampai punya kesepakatan tentang masalah tersebut. (SW)

Baca Juga:
- 7 Tanda Keluarga Anda Stres
- Cermat Memilih Produk Asuransi Jiwa
- 5 Mainan Anak Ini Paling Sering Dikoleksi Ayah

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia