7 Tanda Keluarga Anda Stres


Sebagai orang tua, Anda tahu bahwa stres adalah bagian dari hidup. Mengelola dua dunia – rumah dan kantor – memang penuh tantangan.  Tapi kita sering tidak sadar bahwa stres kita dapat menular pada anak-anak. Cepat atau lambat, ketenangan rumah Anda akan diwarnai teriakan, anak ngambek, dan bicara Anda jadi ketus.  Kenali tanda-tanda stres, dan cari solusinya segera.
 

Seluruh anggota keluarga sulit tidur
Ini terjadi ketika tingkat stres Anda tinggi, Ma. Sulit memejamkan mata akan membuat Anda jadi rewel, judes, cemas, dan naik lagi stresnya. Anak-anak akan merasakannya, dan mereka juga jadi sulit tidur karena berusaha memahami situasi. Bila Anda merasa stres Anda meningkat, minta anak-anak tidur setengah jam lebih awal. Juga Anda sendiri. Tenangkan diri Anda, lakukan relaksasi.
 

Anda jadi lebih sering berteriak
“Kaos kaki kenapa ada di kursi piano!?” “Kakak, kucing-kucingnya dimasukin kandang, dong!”  “Ya ampun, mbak, si adik mainin susunya tuh!” Tak urung, anak-anak pun akan menjawab Anda dengan berteriak. Mama pernah mengalami ini? Semakin tinggi stres kita, semakin keras kita berteriak. Ketika Anda sadar bahwa pikiran Anda sedang kacau dan hati Anda galau, lebih baik Anda diam. Masuk ke dalam kamar, tenangkan diri. Saat anak-anak menyerbu ke kamar Anda, katakan dengan tenang, “Mama ingin menenangkan diri sebentar. Kalian jangan bertengkar di sini. Yuk, kita berpelukan.”
 

Waktu makan jadi singkat
Ketika Anda dan pasangan dilanda ketegangan, suasana di meja makan jadi tidak nyaman. Anak-anak yang sudah besar akan merasakannya, dan mereka tak ingin berlama-lama di meja makan. Mereka tak ingin menceritakan kejadian yang mereka alami di sekolah, dan memilih kabur secepatnya dari hadapan Anda. Kembalikan kedamaian di meja makan, minta anak bercerita, dan dengarkan dengan sabar.
 

Anak-anak menghindar
Tak ingin berurusan dengan orang tuanya yang ‘rewel’ anak yang lebih besar akan mengunci diri di kamarnya sambil menyumbat kupingnya dengan earphone, sementara sang adik memilih ditemani pengasuhnya bermain di kamarnya. Mungkin anak Anda yang masih balita akan berbisik pada pengasuhnya, “Mamaku mulai gila...” Jangan sampai terjadi, ya Ma. Tenangkan diri Anda, ajak mereka berkumpul di kamar Anda setelah Anda berhasil menenangkan diri.
 

Anda malas berangkat ke kantor
Materi presentasi belum selesai, padahal Anda harus presentasi setelah jam makan siang. Berat rasanya untuk beranjak dari rumah. Wajah Anda kusut, anak-anak berangkat ke sekolah tanpa semangat.  Perbaiki mood Anda, tarik bibir Anda untuk membentuk sebuah senyum. Tatap mata anak-anak Anda, berikan mereka sedikit saja semangat. Senyum Anda akan menghibur mereka. Selesaikan segera pekerjaan Anda sesampai di kantor, agar Anda pulang tidak membawa beban lagi.
 

Semua mengeluh sakit
Anak Anda yang besar mengeluh sakit kepala, kaku di leher dan bahu,  sementara yang kecil mengeluh sakit perut. Seluruh anggota keluarga mengeluh sulit tidur. Tak aneh karena stres bisa menurunkan daya tahan tubuh, dan berbagai penyakit bermunculan. Kuncinya ada pada Anda, Ma. Turunkan stres Anda agar Anda tidak menebar penyakit di dalam rumah. Lakukan olah raga ringan bersama anak-anak, misalnya jalan-jalan santai setelah makan malam.
 

Seluruh keluarga terburu-buru
Pulang sekolah anak-anak disibukkan dengan berbagai les, sementara Anda sendiri didera kesibukan pekerjaan. Maksud hati memberi kesibukan pada anak, tetapi Anda tak mampu mendampingi dan malah memberi tuntutan yang tinggi. Ketika anak merasa terbebani, izinkan mereka break sejenak, Ma. Beri mereka waktu untuk meninjau ulang, aktivitas apa yang mereka rasa akan mereka butuhkan kelak. Apa pun keputusan mereka, turunkan tuntutan Anda, jangan paksa mereka ikut performance bila mereka tidak berminat. (Immanuella Rachmani)

Baca juga: http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/jangan-buat-anak-stres-ini-alasannya-
 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia