5 Cara Mendisiplinkan Balita yang Hobi Memukul Teman

Saat sedang mengawasi si kecil bermain, tiba-tiba Anda mendengar tangisan keras dari temannya. Rupanya anak Anda telah memukul temannya. Mengapa ia bisa memukul dan apa yang harus Anda lakukan?
 
Penyebab Balita Memukul
Robin McClure, penulis buku Parenting a Preschooler mengatakan, memukul bisa menjadi bagian dari permainan atau interaksi balita yang normal dilakukan. Menurutnya, balita yang masih sangat muda tidak memahami bahwa memukul adalah suatu masalah. Mereka bisa jadi terlalu terstimulasi, terlalu bersemangat, atau terlalu bergembira sehingga justru meluapkannya dengan pukulan. Balita biasanya tidak bermaksud bertindak buruk atau tidak pantas.
 
Namun, Robin juga menyebutkan bahwa balita bisa jadi memukul untuk melindungi apa yang menurutnya adalah miliknya. Misal, saat temannya datang dan ingin merebut mainan yang sedang ia mainkan. Ia memukul sebagai perlawanan. Bisa juga balita memukul karena merasa frustasi atau marah. Reaksi fisik ini dilakukan karena mereka belum mampu mengelola emosi mereka.
 
Cara Mendisiplinkan
Walaupun menyebutkan bahwa memukul merupakan hal yang wajar dalam perkembangan balita, namun Robin juga menegaskan bahwa kebiasaan ini harus didisiplinkan. Karena, bagaimana pun, memukul adalah tindakan yang tidak benar dan menyakitkan. Ia membagikan tip cara mendisiplinkan balita yang hobi memukul:

1. Briefing sebelum ia bergabung dengan anak lain

Bicarakan pada anak Anda tentang bagaimana cara bermain dan bersikap yang tepat. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, misalnya, “Sesama teman harus saling sayang,” atau “Kalau main gantian, ya.” Ini akan membuat ia mempelajari mana yang benar dan salah.

2. Awasi anak Anda dan Siap Berreaksi Cepat

Sering kali permainan yang diawali dengan kegembiraan bisa berujung dengan tangisan dan seseorang tersakiti. Begitu Anda melihat anak Anda memukul temannya, segera hampiri dan cari tahu apa penyebabnya. Katakan padanya, “Kalau kamu mukul, temanmu nanti sakit. Main bersama, ya.” Apabila masalahnya adalah karena berebut mainan, coba bagikan mereka masing-masing mainan agar bisa bermain kembali.

3. Mengeluarkan ia dari perkumpulan

Bila reaksi Anda sebelumnya tidak berhasil, keluarkan anak Anda dari situasi apa pun di mana ia dengan sengaja memukul anak lain. Pilih untuk pergi atau pertimbangkan untuk mengakhiri jadwal main. Ia mungkin akan semakin marah. Tapi cara ini bisa mengajarinya bahwa ketika ia memukul anak lain, maka ia merusak kegiatan untuk semua orang, tidak hanya untuknya sendiri.
 
Bila dalam situasi Anda tidak bisa pergi, pisahkan anak Anda dari yang lain dan jangan izinkan ia bermain terlebih dahulu. Setelah selang waktu dan semua sudah semakin tenang, Anda dapat berbicara dengan si kecil tentang insiden tadi dan mengajarkannya cara yang baik dalam bersikap saat bermain bersama.

4. Tetap Tenang dan Jangan Terlalu Reaktif

Anda tidak perlu menjadi terlalu reaktif ketika si kecil memukul temannya. Perlihatkan wajah tenang namun tegas. Gunakan kata-kata lugas seperti, “No, tidak boleh memukul!” sambil melerai mereka agar sang teman tidak membalas. Ini akan membuatnya berpikir bahwa memukul tidak diperbolehkan dan tindakannya adalah sesuatu yang salah.

5. Amati Kebiasaan Teman Lain yang Juga Hobi Memukul

Selalu amati teman-teman anak Anda. Bila ada teman si kecil yang konsisten menunjukkan perilaku suka memukul, maka Anda sebaiknya tidak membiarkan anak Anda bermain dengannya tanpa pengawasan. Jangan ragu untuk mendatangi bila anak Anda mulai dipukul olehnya agar mereka tidak berujung saling memukul. Sambil melihat pada anak Anda, katakana pada sang teman, tindakan ini tidak baik, agar anak Anda pun ikut mengerti.
 
 
Baca juga:
Anak Dipukul Teman, Perlukah Balas Memukul?
Dampak Negatif Hukuman Pukul
7 Kesalahan Orang Tua Mendisiplinkan Anak
Waktu Terbaik Anak Belajar Tentang Disiplin
Tidak Ada Kompromi untuk 5 Aturan Disiplin Ini
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 
 
 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia