Ajari Anak 2 Kebiasaan Ini untuk Cegah Tantrum



 

Berapa kali Anda harus mengambil napas panjang lantaran amukan, teriakan, erangan, dan tangisan si kecil saat meminta sesuatu? Atau, berapa kali Anda harus geleng-geleng kepala ketika mendengar si kecil berteriak “nggak mauuuuu” sambil menangis berguling-guling? Apa pun yang Anda tanyakan, ia tetap tidak beralih dari jawaban “nggak mau” tersebut.
 

Bisa dibayangkan, betapa membuat frustasinya momen itu. Terlebih bila hal itu terjadi di tempat umum dan mata semua orang sedang menuju pada Anda. Selain kebingungan, Anda mungkin juga tertekan oleh kecemasan Anda sendiri tentang mungkinkah orang-orang berpikir bahwa Anda adalah orang tua yang buruk karena pemandangan tersebut.
 

Tantrum memang adalah momen yang paling tidak disukai oleh orang tua. Ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah atau meminimalisir kemungkinan anak-anak tantrum, yaitu dengan mengedukasi mereka untuk menyampaikan keinginannya dengan jelas dan baik.
 

Michael Grose, pakar pengasuhan sekaligus penulis buku Why First Borns Rule the World and Last Borns Want to Change It, mengatakan bahwa penting bagi anak-anak untuk meminta apa pun yang mereka inginkan secara efektif. “Itu berarti mereka tidak membuat ulah, merengek atau merajuk dan berharap orang tua menebak apa yang ada di pikiran mereka,” ujarnya.
 

Penting Ditanamkan Sejak Dini, Bermanfaat Sampai Dewasa

Grose mengatakan bahwa kemampuan menyampaikan keinginan ini sangat penting ditanamkan sejak dini. Tujuannya tidak hanya untuk menghindari tantrum, melainkan mereka jadi terlatih berkompromi maupun bekerja sama dengan orang lain dalam mencapai suatu tujuan.
 

Tak hanya itu, orang tua yang memiliki anak dengan kebiasaan seperti itu, juga tidak akan kesulitan ketika menghadapi anaknya saat sudah beranjak dewasa. Anak-anak remaja umumnya jadi lebih pendiam dan punya jarak dengan orang tua. Orang tua jadi sering kali harus menebak-nebak apa yang sedang ada di pikiran anaknya atau masalah apa yang dihadapinya. Akan tetapi, ketika keluarga Anda terbiasa berkomunikasi secara terbuka untuk menyampaikan keinginan, maka menjadi tidak sulit untuk menggali mereka untuk bercerita.
 

Tekniknya

Ada cara untuk melatih anak-anak menemukan kata-kata yang pas untuk mengekspresikan keinginannya. Anda bisa mencoba hal-hal berikut ini:
 

  1. Pancing dengan Pertanyaan

Bagi anak-anak yang masih kecil memang sulit untuk menemukan kata-kata. Menangis atau berteriak memang menjadi cara yang paling mudah bagi mereka.
 

Mintalah mereka untuk tenang dan bantulah mereka dengan mengajukan kalimat, “Apa yang kamu ingin Mama lakukan?” atau “Apa yang bisa Mama lakukan?” Setelah anak-anak menjawab pertanyaan, mintalah untuk mengulang dengan bentuk kalimat permintaan, seperti, “Aku ingin Mama (….)”
 

Jika cara ini dipaparkan terus menerus, ia akan berpikir bahwa ia tidak akan mendapatkan apa pun dari menangis dan berteriak karena orang lain tidak mengerti maksudnya. Maka, mereka pun secara otomatis akan berlatih untuk menyampaikan keinginan langsung.
 

  1. Aku maunya…”

Jawaban “nggak mau” dari anak-anak dan respons kabur menjauh adalah hal yang paling menyebalkan, kan, Ma? Ini juga bisa diatasi. Ketika anak-anak menjawab “nggak mau”, jangan langsung dikonfrontir. Sebab, bukan bermaksud membangkang, mereka mungkin tidak bisa menyampaikan maksudnya pada Anda. Misal, saat Anda meminta mereka untuk mandi, namun mereka ingin makan dulu dan baru mau mandi setelahnya..
 

Ketika mereka berkata “tidak mau”, timpalilah jawaban tersebut dengan mendiktekan kalimat, “aku maunya (….)”
 

Mendiktekan kalimat tersebut berulang akan membuat mereka belajar bahwa menolak saja tidak cukup, tapi mereka harus menyampaikan secara jelas alasan dan keinginan mereka agar orang lain juga bisa mengerti. Ini juga membuat mereka merasa lebih berdaya dan berharga lantaran pendapatnya dihargai.
 

Grose menyarankan untuk membuat kontak mata dengan anak-anak ketika mempraktikkan cara tersebut agar mereka pun mengikutinya. Ingatkan juga anak-anak untuk berbicara dengan jelas dan menggunakan suara yang tegas, bukan suara yang keras atau rengekan.

 

Baca juga:

Tenangkan Tantrum Si Kecil dengan 7 Kalimat Ini

Jangan Langsung Redakan Anak Tantrum. Ini Alasannya!

5 Trik Cegah Tantrum Anak

Kenali Penyebab Tantrum pada Anak

Menangani Anak Tantrum, Ini Triknya!

 

LELA LATIFA

FOTO: UNSPLASH

 

 

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Ajari Anak 2 Kebiasaan Ini untuk Cegah Tantrum

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia