Ketika Nafsu Makan Balita Anda Tiba-tiba Bertambah


 

“Mama, aku mau kue yang ini lagi.”, “Horee, ada susu lagi. Mau, ah.” “Ma, boleh minta tolong digorengin telor dadar? Aku mau makan lagi.”
 
Waah, betapa bahagia hati Mama ketika si kecil mengajukan kalimat-kalimat ini. Ia yang biasanya pasif soal makan, justru kini malah berulang kali minta makan. Benar-benar perubahan yang menyenangkan. Ternyata, hal ini adalah sebuah siklus baru dalam tahapan perkembangannya, Ma.
 
Anda perlu tahu bahwa nafsu makan balita memang umumnya mengalami peningkatan setelah menginjak usia 3 tahun. Di usia tersebut, mereka semakin mengenal dan tertarik pada berbagai macam makanan. Di samping itu, aktivitasnya pun mulai tinggi sehingga ia juga membutuhkan tambahan kalori dari asupan makanan dan minumannya.
 
Haruskah Khawatir?
Bahagia, sih, melihat si kecil lahap. Di saat yang bersamaan, Mama mungkin khawatir apakah si kecil makan berlebihan dan dapat menyebabkannya kelebihan berat badan.
 
Tam Fry F.R.S.A, juru bicara National Obesity Forum, Inggris, memberi pernyataan yang dapat membuat Anda tenang, yakni, “Anak-anak biasanya tidak makan lebih banyak daripada yang mereka butuhkan.” Menurutnya, ketika orang tua membiarkan anak-anak membuat keputusan sendiri tentang berapa banyak dan berapa kali mereka bisa makan, mereka akan belajar cara mengatur makanan sendiri.
 
Menurut Tam, tentunya anak-anak menyeimbangkan jumlah asupan dengan aktivitas mereka secara alamiah. “Ini adalah tentang menyeimbangkan energi masuk dan energi keluar.”
 
Tapi, Perlu Waspada
Akan tetapi, Anda juga perlu waspada dengan perubahan nafsu makan si kecil. Menurut American Academy of Family Physicians, makan berlebihan bisa menjadi pertanda masalah makan. Mereka mengategorikan dua gangguan makan dengan indikasi makan berlebihan, yakni:

  • Makan emosional, yakni makan untuk membuat mereka nyaman atau sebagai respons terhadap emosi. Anak-anak dengan gangguan makan emosional biasanya makan saat mereka merasa marah atau bosan. Makan emosional dapat menyebabkan makan berlebihan karena biasanya bukan tentang kebutuhan nutrisi atau kalori. Mereka makan bukan karena tubuhnya membutuhkan makanan. Hal yang berbahaya adalah ketika kalori ekstra tersebut tidak dikeluarkan dengan seimbang, hasilnya berat badan mereka bertambah dan berisiko obesitas.

  • Binge Eating Disorder, yakni gangguan makan di mana seorang anak secara teratur mengonsumsi makanan dalam jumlah yang besar dalam waktu yang singkat. Mereka bahkan juga sering makan di luar jam makan seharusnya atau di waktu yang tak wajar seperti tengah malam. Hasilnya, mereka bisa sangat berisiko mengalami obesitas.

 
Bila si kecil menunjukkan gejala ini, Anda bisa menghubungi ahli untuk berkonsultasi. Anak-anak dengan gangguan makan tersebut biasanya membutuhkan diet dan terapi kognitif psikologis.
 
 
Baca juga:
3 Masalah Makan Balita dan Cara Mengatasinya
10 Alasan Balita Tidak Mau Makan
Pola Makan Balita Berubah
Anak Sehat Makan Buah dan Sayur
3 Resep Makanan untuk Kecerdasan Otak Anak
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: UNSPLASH
 
 
 
 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia