7 Alasan Anda Merasa Kehilangan Diri Sendiri Setelah Jadi Ibu



Dalam perbincangan sesama ibu, ada kalanya muncul cerita dari seorang ibu yang mengatakan bahwa ia merasa kehilangan dirinya sendiri setelah menjadi ibu. Ternyata keluhan yang sama juga dirasakan oleh ibu lain. Jangan-jangan, Anda sendiri juga pernah merasakannya?
 
Ini ternyata bukan sekadar omong kosong yang sering muncul dalam pembahasan seputar motherhood. Dr. Ashurina Ream, PsyD, PMH-C., psikolog klinis yang fokus pada kesehatan mental perinatal mengatakan bahwa kehilangan diri sendiri setelah jadi ibu adalah hal yang nyata dan banyak ibu mengalaminya.
 
Dr. Ream menyebutkan alasan-alasan yang membuat seorang perempuan merasa kehilangan diri sendiri setelah menjadi seorang ibu:


1. Terlalu Fokus pada Anak

Naluri keibuan akan membawa ibu untuk memenuhi setiap kebutuhan anaknya. Sering kali, ibu terlalu fokus pada kebutuhan anak dan menomorsatukannya di hampir semua kesempatan.

2. Tidak Memiliki Waktu untuk Mengurus Diri Sendiri

Menomorsatukan anak membuat ibu jadi tidak memiliki waktu untuk mengurus diri sendiri. Padahal ini adalah hal yang paling esensial untuk menjaga ibu tetap bahagia.

3. Tidak Punya Tujuan Pribadi Lagi

Banyak yang berpikir bahwa ketika sudah menjadi ibu, maka tujuan hidupnya yang utama adalah mengasuh dan membesarkan anak-anak. Sehingga, banyak tujuan pribadi seperti karier, berbagai proyek ide, maupun rencana jalan-jalan keliling Asia atau Eropa dipendam dalam-dalam.

4. Tidak Punya Hobi Lagi

Percaya atau tidak, melakoni hobi sama dengan self-care. Sebab saat melakukan hobi, kita memiliki me time yang memungkinkan diri kita merenung, refleksi, dan relaksasi sehingga kita bisa kembali ke rumah dengan lebih segar.

5. Tidak Ada yang Bertanya tentang Anda

“Bagaimana anak-anak hari ini?” adalah salah satu pertanyaan suami yang pertama muncul setibanya di rumah setelah bekerja. Tak hanya itu, saat bertemu keluarga besar maupun teman Anda, sering kali pertanyaan yang muncul adalah soal di mana si kecil dan bagaimana kabarnya. Anda merasa semua pertanyaan tersebut hanya ditujukan untuk si kecil dan bukan Anda. Ini membuat Anda merasa bahwa diri Anda tak penting dan membuat Anda berpikir bahwa orang-orang hanya memandang Anda sebagai “penjaga” si kecil dan bukan sebagai diri Anda sendiri.

6. Tidak Bersenang-senang

Bertelepon dengan teman, jalan-jalan, maupun hang out sering kali dicoret dalam daftar kegiatan harian ibu. Padahal hal-hal tersebut membuat Anda tetap bahagia.

7. Berhenti Melakukan Kegiatan yang “Aku Banget”

Kesibukan mengurus anak membuat Anda berhenti melakukan kegiatan yang membuat Anda tetap “hidup”. Anda mungkin berhenti membaca buku favorit dan berganti membaca buku parenting. Anda mungkin berhenti berjalan-jalan di alam terbuka. Anda mungkin berhenti melukis. Anda mungkin berhenti memasak dessert karena pikiran bahwa si kecil hanya harus makan makanan sehat. Semua hal itu berpotensi membuat Anda kehilangan diri sendiri lantaran “dicabut” begitu saja dari keseharian Anda.
 
Lalu apa yang bisa Anda lakukan untuk merasa lebih baik? Dr. Ream memberikan tip:

  • Sadari dan terima perasaan Anda.

  • Singkiran berbagai mitos tentang menjadi ibu dan lepaskan harapan yang tidak realistis.

  • Berhenti mendengar apa kata orang.

  • Belajar lagi untuk menemukan siapa diri Anda dan memberi afirmasi positif pada diri Anda.

  • Komunikasikan perasaan Anda dengan pasangan.

  • Temukan lingkaran sesama ibu yang bisa mendukung Anda.

 
 
Baca juga:
Hal-hal yang Berubah Saat Jadi Ibu
Pentingnya Pertemanan Para Ibu
Cara Menyikapi Teman dengan Tegas
Agar Facebook Tidak Merusak Pertemanan
Manfaat Sehat Punya Teman
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

7 Alasan Anda Merasa Kehilangan Diri Sendiri Setelah Jadi Ibu

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia