Apakah Mama yang Me Time itu Egois?

apakah mama yang me time itu egois?


Beberapa mama bercerita bahwa pernah dapat cibiran dari saudara ipar, mertua, atau tetangga saat meninggalkan anak untuk me time. Komentar seperti, “Kalau sudah berani punya anak, ya, harus diurus, dong. Masa ditinggal?” memang terdengar menyakitkan, ya, Ma. Kita bukan ingin meninggalkan anak selamanya, kok. Cuma sebentar saja. Setelah itu kembali lagi.
 
Lagi pula, ada petuah bijak yang mengatakan bahwa kita tidak akan bisa merawat orang lain dengan baik ketika diri kita juga tidak terawat dengan baik. Tak usah terlalu memikirkan apa kata orang, Ma. Bagi seorang Mama yang punya tanggung jawab utama untuk mengurus anak, suami, dan rumah, kalimat ini tentu terasa menyejukkan hati.
 
Suzzane Gelb, Ph.D., J.D., psikolog klinis sekaligus life coach, penulis buku The Life Guide on How to Care for Yourself – When You’re a Caregiver for Somebody Else mengatakan bahwa tujuan Anda mengambil me time itu adalah untuk mengisi tangki cinta agar kembali dengan kondisi lebih prima dan bisa kembali melakukan tugas merawat dan memberi cinta kasih kepada anak-anak, suami, dan keluarga.
 
Baca juga: Me Time Bisa Membuat Ibu Bahagia
 
Me time dapat menurunkan tingkat stres Anda sebagai Mama dan memproses emosi Anda agar Anda bisa kembali ke rumah dengan perasaan dan pikiran yang lebih baik. Lagipula, me time juga merupakan salah satu dari 7 Keputusan Mama yang Tidak Akan Berdampak Negatif pada Hubungan dengan Anak
 
Baca juga: 6 Penyebab Umum Stres yang Menimpa Mama
 
Mama yang Punya Me Time Justru Memberi Contoh Positif
Anda pasti khawatir tentang akankah si sulung bisa sampai rumah dengan selamat ketika Anda tak menjemputnya, apakah si balita Anda makan dengan baik dan tidak menangis saat Anda tinggal? Anda mungkin juga merasa bersalah pada suami yang harus ‘kejatuhan’ tugas Anda ketika Anda me time. Tapi, sesekali saat memutuskan untuk mengambil me time, kita juga perlu untuk mengatakan ‘tidak’ pada semua tugas.
 
Saat Anda mengatakan ‘tidak’ pada setiap hal yang membutuhkan Anda, mungkin Anda disergap perasaan bersalah. Tapi, tenang, sebab Anda justru sedang memberikan sebuah contoh positif kepada orang lain.
 
Menurut Suzzane, jeda untuk mengambil me time yang Anda lakukan justru dapat menjadi panutan yang kuat bagi seorang anak, pasangan, dan kerabat tentang bagaimana kita harus merawat tubuh dan pikiran sendiri dengan baik. Di samping itu, keputusan Anda untuk berkata tidak pada permintaan orang lain di jadwal me time Anda juga menjadi pelajaran berharga tentang manajemen waktu sejak dini.
 
Baca juga: Bagaimana Manajemen Waktu Anak Usia Sekolah?
 
Tak hanya itu, anak-anak juga dapat belajar bahwa mama dan papa perlu bekerja sama dalam pengasuhan. Mereka akan paham bahwa mama dan papanya harus saling mendukung demi kesejahteraan masing-masing. Bukankah ini hal baik?
 
Lagipula, Mengapa Repot?
Hentikan semua perasaan bersalah dan kekhawatiran Anda. Sulung Anda tetap bisa pulang dengan dijemput keluarga atau dititipkan kepada orang tua temannya. Anak-anak tetap bisa makan malam dengan memesan makanan di aplikasi online. Soal suami, ini adalah waktu yang ia tunggu untuk meningkatkan ikatan dengan anak-anak. Cinta Anda tetap hadir, walau Anda tidak bersama mereka hanya untuk sementara waktu. Itu adalah hal yang terpenting.
 
Jadi, tak perlu merasa bersalah. Anda bisa tetap berangkat dan kembali ke rumah dengan seyuman serta kasih sayang yang berlipat pada diri Anda sendiri dan seluruh anggota keluarga. Ya, kan?
 
Baca juga:
7 Manajemen Stres untuk Mama
Tip Me Time Tanpa Rasa Bersalah dari Natasha Rizky
Tip Jadi Suami-Istri Mindful
5 Alasan Bagaimana Mindfulness Dapat Meningkatkan Kualitas Hubungan
Manfaat Mewarnai untuk Kesehatan Mental
 
LTF
FOTO: UNSPLASH

 


Topic

#duniamama #selfcare

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Apakah Mama yang Me Time itu Egois?