Banyak Komunitas Untuk Ibu. Pilih Yang Mana?


 

Menjadi seorang ibu tidak mudah! Banyak tantangan yang dihadapi setiap hari. Bergabung dengan komunitas untuk ibu merupakan salah satu cara untuk berbagi pengalaman sehingga Anda tidak merasa sendirian. Manfaat utama yang terasa dengan bergabung dengan komunitas ibu adalah mendapatkan support system yang kuat.
 
Dalam sebuah komunitas, seorang ibu muda tak perlu khawatir dihakimi karena sesama ibu cenderung akan menguatkan dan memberi dukungan satu sama lain. Informasi yang diberikan oleh ibu-ibu lain juga berdasarkan pengalaman nyata mereka ketika mengurus anaknya.
 
Respons positif yang diberikan teman-teman di komunitas akan membuat Anda merasa mendapat dukungan. Bergabung dengan komunitas juga untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk bicara. Perempuan punya kebutuhan bicara tinggi, khususnya Ibu. Ibu butuh interaksi dengan orang dewasa setelah seharian penuh berinteraksi dengan anak.
 
"Sangat penting bagi ibu untuk bergabung dengan ibu lainnya untuk mendapatkan perasaan bahwa mereka tidak sendirian dalam pertanyaan, rasa tidak aman, dan ketidakpastian," ujar Fran Walfish, Psy.D., psikolog anak dan keluarga, sekaligus penulis buku.
 
Lyss Stern, CEO dan pendiri Divalysscious Moms (DivaMoms.com), sebuah grup jejaring sosial untuk para ibu di New York, AS, setuju. "Hal yang paling menghibur adalah mempunyai ibu lain yang bisa menjadi tempat untuk berbagi. Teman non-ibu Anda akan selalu berusaha membantu, tetapi mereka tidak mengalami hal yang serupa. Komunitas ibu yang tepat dapat membantu Anda berbagi dan membantu mencari solusinya.”  
 
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menentukan untuk masuk dalam komunitas tertentu.

1. Sesuai dengan kebutuhan.

Misal, bila moms sering menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ASI anak, maka pilihlah komunitas yang fokus membahas hal tersebut.

2. Dapat menyediakan informasi yang dapat dipercaya.

Di era digital para ibu harus pintar memilih komunitas agar informasi yang diterima bukan sekadar opini tapi juga solusi yang berdasarkan penelitian para ahli. Karena opini atau pengalaman individu, belum tentu berhasil diterapkan oleh satu orang akan berhasil juga diterapkan oleh orang lain.

3. Memiliki nilai, keyakinan dan minat yang sama dengan yang Anda miliki.

Komunitas yang sehat adalah yang bisa memberikan wadah bagi anggotanya untuk berbagi serta bisa mendatangkan kenyamanan bagi anggotanya.

4. Diversitas anggota.

Hal ini juga penting untuk memperkaya pengalaman belajar.

4. Berada dalam area yang mudah diakses.

Pastikan juga anggota komunitas berada dalam area yang mudah diakses terhadap satu sama lain, agar komunikasi juga bisa dilakukan secara tatap muka langsung. 
 
Baca juga:
Yuk, Gabung di Komunitas Lari
Keuntungan Gabung ke Komunitas Autisme
4 Komunitas Dongeng untuk Anda dan Anak
 
 
 
YENNY GLENNY
FOTO: FREEPIK
 

 
 
 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

Banyak Komunitas Untuk Ibu. Pilih Yang Mana?

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia