Cara Berkata “Tidak” dan Tetap Menjaga Hubungan Pertemanan


 

Dalam pertemanan di kantor, Anda mungkin mengandalkan satu sama lain untuk saling membantu di saat genting. Misalnya saja, saat Anda kepepet harus mengantarkan si bungsu ke rumah sakit karena demam tinggi, Anda pun meminta bantuan pada teman rekan Anda untuk meng-handle rapat yang sudah diatur jauh-jauh hari. Di saat yang berlainan, ketika teman Anda kesulitan, Anda juga akan menyediakan diri Anda untuk membantunya. Nampaknya, semua baik-baik saja dan menjadi pertanda bahwa Anda dan teman punya kerja tim yang bagus.
 

Akan tetapi, siklus tolong-menolong ini ada kalanya bisa berubah menjadi toxic, yakni ketika Anda tidak bisa menolak apa pun yang diminta oleh teman Anda sekali pun Anda tak nyaman. Misal, saat ia minta tolong Anda untuk menyelesaikan presentasinya karena mengaku sedang tidak bisa konsentrasi lantaran baru saja bertengkar dengan pasangannya. Sementara, di saat yang bersamaan, Anda harus segera pulang kantor tepat waktu karena ada anak-anak yang menunggu di rumah.


Di lain waktu, ia yang sedang dinas di luar kota tiba-tiba mengirimi Anda pesan yang berisi sejumlah tugas yang harus Anda lakukan untuk membantunya. Ia mengaku tidak sempat mengerjakannya. Padahal, Anda tahu bahwa tugas-tugas tersebut sudah diberikan sejak lama namun tak kunjung dikerjakan olehnya. Sebenarnya, Anda sendiri juga sedang banyak deadline, tapi teman Anda terus memohon karena pekerjaan tersebut sudah ditagih atasan.


Assael Romanelli, Ph.D., terapis dan penulis buku The Other Side of Relationships: Exploring Love’s Uncomfortable Truths, mengakui bahwa kebanyakan dari kita sulit untuk mengatakan “Tidak”, terutama kepada orang yang kita anggap memiliki kedekatan. Hal itu didasari karena perasaan takut mengecewakan sehingga mereka memutus hubungan dengan Anda. “Atau, kita takut akan terlihat sombong atau egois di mata orang-orang itu,” ujarnya.


Assael mengatakan, bahwa “Tidak” benar-benar dapat mengubah hidup Anda. Mengatakan “Tidak” artinya berkata “Iya” pada kenyataan bahwa Anda punya batasan. Jadi, bagaimana Anda bisa menolak permintaan teman dan tetap menjaga hubungan? Anda bisa menggunakan “Positive No”.


Apa itu positive no? Yakni, memberitahukan batasan Anda sendiri saat menolak permintaan seseorang. Kemudian, hal ini dilanjutkan dengan mencoba mengajukan tawaran lain.


Misal: “Aku perlu segera pulang karena harus menemani anak-anak mengerjakan tugas sekolah. Kalau mood kamu sedang tidak baik, sebaiknya ditunda dulu pekerjaannya. Besok pagi, kalau sudah merasa baik, bagaimana kalau aku bantu menemanimu mengerjakan?”

 

ATAU


Aku tidak bisa membantu karena deadline-ku juga banyak. Bagaimana kalau aku kirim beberapa data penting sehingga kamu lebih mudah mengerjakan dari sana?”


Menurut Assael, tawaran ini bisa menemukan win-win solution atau kompromi yang bisa menjaga hubungan.

 

Baca juga:

5 Manfaat Mengatakan Tidak pada Teman

Pentingnya Pertemanan Para Ibu

Cara Menyikapi Teman dengan Tegas
Terhasut Teman Belanja
Lari Sebagai Ajang Berkumpul Bersama Teman

 

(LELA LATIFA)

FOTO: FREEPIK

 

 

 

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Cara Berkata “Tidak” dan Tetap Menjaga Hubungan Pertemanan

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia