Kesalahan Umum Merespons Masalah Pasangan yang Paling Sering Terjadi



 

Rob Pascale, Ph.D., dan Lou Primavera, Ph.D., penulis buku Making Marriage Work, mengatakan bahwa dukungan emosional adalah hal yang paling dibutuhkan seseorang dalam sebuah pernikahan ketimbang bentuk-bentuk dukungan lain. Rasa aman dan nyaman yang diberikan pasangan membuat Anda tidak merasa sendiri dalam menghadapi masalah. Tak hanya itu, dukungan emosional juga meningkatkan konektivitas serta nilai hubungan.

“Namun, perempuan dan laki-laki seringkali memiliki gagasan yang sangat berbeda tentang artinya menjadi suportif secara emosional,” ujar Rob dan Lou. Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa seringkali perempuan dan laki-laki memberikan dukungan yang tidak seharusnya diharapkan oleh pasangan. Dalam beberapa pernikahan, perbedaan ini dapat menyebabkan Anda merasa tidak mendapat dukungan atas apa yang diinginkan atau dibutuhkan. Jika semakin berkembang, hal tersebut dapat menjadi gangguan dalam hubungan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana kecenderungan perempuan dan laki-laki saat punya masalah dan apa yang mereka harapkan.


Kesalahan Papa dalam Merespons Masalah Mama

Richard Drobnick, konsultan pernikahan di Northern New Jersey, AS, mengatakan “Laki-laki ingin segera menyelesaikan masalah seperti seorang pemadam kebakaran.” saat mengetahui istrinya punya masalah. Artinya, mereka selalu berupaya menyelesaikan masalah istrinya dengan memberikan solusi. Sayangnya, seringkali yang dibutuhkan istri dari suami bukanlah solusi, komentar, atau bahkan kritik. Perempuan umumnya hanya ingin didengarkan dan diberikan dukungan emosional.

Rob dan Lou juga menjelaskan bahwa sikap laki-laki yang selalu memberikan solusi dan saran spesifik saat istrinya sedang bermasalah juga tidak selalu berbuah baik. “Bahkan jika solusinya bagus, istri mungkin menafsirkannya tidak membantu karena tidak memperhitungkan perasaannya,” jelas mereka.

Laki-laki seringkali sulit mengidentifikasi masalah istri mereka. Terlebih, selain mengekspresikan dengan kata-kata langsung, perempuan seringkali juga menggunakan “kode” atau bahasa nonverbal seperti gestur atau suasana hati untuk mengatakan pada suaminya bahwa mereka sedang punya masalah. Ketika suami gagal membaca isyarat tersebut, Anda akan beranggapan bahwa suami Anda tidak cukup peduli, tidak membantu dan tidak mau terlibat dalam masalah Anda.

Beberapa suami mungkin juga meremehkan masalah istrinya. Ia merasa bahwa masalah yang sedang dihadapi tidak sebesar yang dia ekspresikan. Akhirnya, ia memilih untuk mengabaikan kesusahan istrinya, atau lebih buruk lagi, mengejek istrinya dan bersikap tidak sabar untuk mendengarkan istrinya menceritakan masalahnya.

“Reaksi semacam itu dapat merusak kemampuannya untuk mengatasi masalah. Serta, memberinya masalah tambahan karena berpikir bahwa suaminya tidak memahaminya,” pungkas Rob dan Lou.


Kesalahan Mama dalam Merespons Masalah Papa

Perempuan akan mencoba untuk memberikan dukungan emosional seperti empati dan simpati seperti yang diinginkan untuk dirinya sendiri. Perempuan adalah pembaca yang baik dan mudah mengenali saat suaminya mengalami masalah.

“Saat melihat perubahan pada suaminya, perempuan akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan kepeduliannya. Atau bahkan bereaksi secara defensif karena takut bahwa kebutuhannya untuk komunikasi terbuka yang sehat tidak dihormati dalam hubungan itu,” jelas Drobnick. Sayangnya, dukungan emosional tersebut seringkali salah ditafsirkan sebagai seorang perempuan cerewet. Dengan begitu, suami akan berpikir bahwa istrinya tidak memercayai bahwa ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Ketika kepercayaan diri laki-laki runtuh, ia justru akan semakin menarik diri.

Di sisi lain, sikap laki-laki dengan menarik diri dan menghindari komunikasi dengan pasangannya akan membuat seorang istri merasa gagal atau kehilangan suaminya. Ia akan merasa kesal karena merasa tidak dilibatkan dalam masalah suaminya.


Tip Merespons Masalah Suami atau Istri

  • Bagi Istri

Anda mungkin gatal untuk mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan tentang sikapnya yang berubah menjadi diam dan menyibukkan diri dengan hal-hal lain. Namun, sebaliknya, berikan ruang untuknya dan tunjukkan padanya bahwa Anda memercayainya untuk menyelesaikan masalah sendiri. Kepercayaan istri adalah kekuatan bagi suami. Jika Anda merasa dia sudah punya cukup waktu untuk dirinya sendiri, berikan pertanyaan spesifik dan apresiasi yang dapat meningkatkan kepercayaan dirinya, seperti “Bagaimana persiapan presentasimu di kantor? Aku yakin hasil kerja kerasmu akan berbuah baik untuk kamu dan untuk keluarga kita.”
 

  • Bagi Suami

Tahan keinginan Anda untuk segera memberikan solusi saat istri menceritakan masalahnya. Sebaiknya dengarkan ia sampai selesai dan berikan ia dukungan yang ia butuhkan. Sebaiknya Anda tidak meremehkan masalahnya.
 

Alih-alih bertanya “Kamu kenapa, sih?” saat istri mulai berubah suasana hatinya atau jadi lebih diam, sebaiknya peluk atau sentuh ia lembut sambil bertanya, “Ada apa?”. Dukungan seperti sentuhan akan membuat istri merasa nyaman dan aman serta percaya bahwa pasangannya dapat diandalkan.

 

Baca juga:

25 Kalimat Empati Dalam Merespons Curhat Pasangan

4 Cara Komunikasi Yang Membahayakan Pernikahan

4 Kesalahan komunikasi yang Sering Terjadi dalam Hubungan

Tip Agar Komunikasi Lancar Bagi Pasangan Sibuk

7 Hal Yang Seharusnya Tidak Dikatakan pada Pasangan

 

(LELA LATIFA)

FOTO: FREEPIK

 

 

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

Kesalahan Umum Merespons Masalah Pasangan yang Paling Sering Terjadi

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia