Lakukan Langkah CPR Ini sebagai Tindakan Pertolongan Pertama


 





















Sebagai mama, pengetahuan tentang teknik CPR (cardio pulmonary resusication), atau resusitasi jantung paru, juga penting kita miliki, lho!

Karena, pertolongan pertama yang kita berikan tersebut akan sangat membantu seseorang, terutama anggota keluarga kita, saat mereka tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri akibat serangan jantung ataupun henti jantung mendadak. Bahkan, dapat menyelamatkan nyawa mereka!

Memang saat melihat seseorang mengalami kondisi tersebut, kebanyakan dari kita yang tidak memiliki latar belakang kesehatan memang cenderung akan panik, mencoba mencari bantuan, tanpa melakukan pertolongan pertama terlebih dahulu.

Padahal, saat jantung mengalami masalah dan berhenti bekerja, semua fungsi tubuh, termasuk pernapasan, juga akan berhenti. Pasokan oksigen ke otak dan seluruh tubuh pun akan terganggu. Dan, tanpa oksigen, otak akan mengalami kerusakan permanen hanya dalam waktu empat menit, selanjutnya kematian bisa terjadi sekitar 4 sampai 6 menit setelahnya.

Dengan memberikan petolongan pertama, maka kemungkinan kematian dapat berkurang.

Namun, satu hal yang perlu Mama ingat, CPR hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mendapatkan sertifikat pelatihan CPR sebelumnya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti salah kompresi atau salah urutan. Karena bila pasien tidak tertolong, maka kita yang menolong bisa terjerat hukum.

Bila belum memiliki sertifikat pelatihan CPR, Anda masih bisa membantu dengan menghubungi kontak darurat medis agar diberi bimbingan melakukan CPR yang tepat.
 
Nah, berikut ini adalah langkah-langkah CPR yang didapat dari hasil pelatihan CPR oleh tim Medic One dan Philips Indonesia beberapa waktu lalu.

Cek keadaan sekitar
Sebelum menolong korban, pastikan lingkungan sekitar korban dan Anda aman dari bahaya. Sebaiknya jangan mendekati korban, bila situasi bahaya, atau diperkirakan malah akan menambah jumlah korban.
 
Cek respons atau kesadaran korban
Coba bangunkankan korban dengan memanggil dan menepuk bahunya. Bila ia menjawab Anda, maka tak perlu melakukan banyak pertolongan pertama.
 
Bila ia tidak merespons Anda, maka lakukan CPR.

Pada tahap ini juga Anda bisa memanggil dan meminta bantuan orang di sekitar untuk menghubungi ambulans ambulans ke nomor emergency 119 atau 112, dan mencari alat bantu AED (Automated External Defibrillator), jika ada.
 
Cek embusan napas korban
Lakukan sambil menghitung selama 10 detik dengan jeda waktu yang tepat. Berikan jeda tiap detik dengan menyebutkan nominal angka (misalnya, 1.000) untuk membantu perhitungan detik lebih tepat. Contoh, satu seribu, dua seribu, dan selanjutnya.

Lakukan kompresi dada
Berlututlah di sebelah korban, sejajar dengan area dada. Pastikan posisi korban terlentang pada permukaan datar dan keras.
 
Letakan tumit tangan (yang dominan) dan satu tangan lain di atasnya untuk saling mendukung pada pertengahan dada (pertengahan bagian bawah tulang sternum atau tulang dada, yang berbentuk pipih panjang seperti dasi yang terletak di tengah dada).
 
Pastikan kedua siku tangan Anda tegak lurus.
 
Gunakan beban tubuh Anda untuk menekan dada, jangan menggunakan otot lengan.

Penekanan titik tekan yang lurus (vertikal) akan membantu Anda mendapatkan kedalaman yang tepat dan mengurangi rasa lelah saat CPR.

Kompresi dilakukan sebanyak 30 kali, berikan tekanan yang kuat dengan kecepatan minimal 100-120 kali/menit.

Kedalaman kompresi adalah 5cm, tidak boleh lebih dari 6cm. Atau mudahnya, untuk dewasa ½ tebal dari dada korban.

Pastikan ritme sesuai jantung, jangan terlalu cepat ataupun lambat

Buka jalan napas
Setelah melakukan kompresi sebanyak 30 kali, maka lanjutkan dengan memberikan napas kepada korban, dengan melakukan head tilt-chin lift.

Letakkan satu tangan Anda di kening, sambil menjepit hidung korban dengan siku di lantai, sehingga kepala korban terangkat dan satu tangan lagi di bawah dagu.

Posisi ini memastikan pasokan udara masuk dengan benar ke dada korban.
 
Berikan napas buatan
Setelah membuka jalan napas korban, berikan 2 kali napas buatan selama 1 detik dan dada terangkat.

Sambil meniup, pastikan udara masuk ke tubuh korban. Hal itu bisa dilihat dari dada korban yang mengembang saat diberikan napas buatan. 

Lanjutkan siklus 30 kompresi dan 2 kali bantuan napas tersebut selama 2 menit (5 kali mengulang).
Setiap dua menit, lakukan pengecekan napas.

CPR boleh dihentikan, bila korban tersadar atau merasa kesakitan.

Bila korban tak kunjung sadar, lakukan terus CPR hingga bantuan medis datang. (Debora Darmawan)
 
Baca juga: Panduan Hadapi Keadaan Darurat
 

Foto 123RF

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia