Melanie Putria: Legowo Lepas Anak Sekolah Tatap Muka




Melanie Putria, figur publik, ibu dari Sheemar Rahman (10), dalam Webinar Millenial Parents Academy yang diadakan oleh Parenting Indonesia dan Ayahbunda bertajuk Siap-Siap Sekolah Tatap Muka menceritakan bahwa saat ini sekolah anaknya sedang dalam tahap melakukan survei kepada para wali murid mengenai persetujuan untuk mengikuti sekolah tatap muka.
 
Dirinya mengaku sudah legowo untuk melepas anaknya mengikuti sekolah tatap muka. “Jadi saya yang awalnya adalah orang tua yang ‘parno’ banget, sekarang sepertinya sudah switch ke ‘baik, saya akan mencoba legowo membiarkan anak untuk sekolah tatap muka!’” ceritanya.
 
Keputusan tersebut menurutnya karena melihat Sheemar yang mengaku sudah ingin sekolah tatap muka. “Kan, sudah setahun. Pernah, suatu malam, kami sedang berpelukan. Dia bilang, ‘Mama, kayaknya aku sudah siap, nih, sekolah tatap muka’,” ceritanya
 
“Aku benar-benar siap sekolah tatap muka, aku sudah kangen guruku, aku sudah pusing banget dengerin guruku ngajarin matematika lewat laptop,” ujar Melania menirukan ucapan Sheemar.
 
Percaya Anak Paham Protokol Kesehatan
Akan tetapi, keputusan Melanie tersebut bukan hanya berdasarkan keluhan anaknya mengenai pembelajaran daring saja. Ia yakin bahwa anaknya sudah memiliki pemahaman protokol kesehatan yang baik dan kuat.
 
“Sheemar yang tahun lalu berbeda dengan Sheemar yang tahun ini. Kematangan emosinya juga berbeda. Saya bisa melihat, makin bertambah usia, makin matang cara berpikirnya, juga cara dia menghadapi masalah,” tutur Melanie. 
 
Ia menilai anaknya sudah memiliki pemahaman protokol kesehatan dan percaya bahwa ia akan menjalankannya dengan baik ketika sekolah tatap muka dimulai. “Sekarang, tiap keluar rumah, dia yang lebih heboh mengingatkan saya pakai masker, nggak mau kena orang,” tutur Melanie.
 
Ikuti Kata Hati Mama
Melanie memahami bahwa masih banyak orang tua lain yang belum mengizinkan anaknya untuk mengikuti sekolah tatap muka. Baginya, hal tersebut tidak masalah. Orang tua sendiri yang mengenali kesiapan anak melaksanakan protokol kesehatan selama sekolah tatap muka.
 
“Bagi Mama yang merasa belum secure, merasa belum nyaman, hatinya nggak tenang untuk melepas anak sekolah tatap muka, silakan ikuti kata hainya. Karena, bagaimana pun, kita yang membuat penilaian anak sudah siap atau belum,” katanya.
 
Pesan Psikolog: Anak Butuh Waktu Adaptasi untuk Kembali ke Sekolah
Melepas anak-anak sekolah tatap muka di masa pandemi ini memang butuh persiapan matang. Mengingat mereka sudah cukup lama belajar di rumah, maka butuh adaptasi untuk kembali ke sekolah.
 
Samanta Elsener, S.Psi., M.Psi., Psikolog Anak dan Keluarga, dalam webinar ini mengatakan, “Penyesuaian secara mental diharapkan terjadi dalam rentang waktu dua minggu sampai dua bulan.” Menurutnya, dalam rentang waktu tersebut, anak-anak akan beradaptasi untuk benar-benar menjalankan protokol kesehatan yang benar di sekolah.
 
Dalam hal ini, orang tua benar-benar menjadi panutan. “Anak-anak ibarat spons, mereka menyerap apa pun,” ujarnya. Ketika orang tua selalu patuh protokol kesehatan, maka akan mudah bagi anak-anak untuk mengikuti.
 
Di samping itu, anak juga butuh beradaptasi untuk meregulasi emosi dan ekspektasinya ketika bertemu teman-teman di sekolah. “Karena terbatas harus ada jarak, tidak 100 persen murid bisa masuk. Nanti, pada anak bisa ada perasaan kecewa, tidak sesuai ekspektasi. Inginnya di sekolah sudah bisa main, ternyata belum bisa, kan. Jangan-jangan ini bisa membuat anak-anak jadi stres,” ujarnya. Oleh karenanya, ini menjadi tugas orang tua untuk mendorong anak-anak meregulasi ekspektasi tersebut.
 
Baca juga:
Sekolah Tatap Muka, Orang Tua Lakukan 9 Hal Berikut
Sudah Bosan Belajar Daring, Tepatkah Anak-anak Sekolah Tatap Muka?
Bagaimana Protokol Kesehatan Uji Coba Sekolah Tatap Muka?
 
 
LTF
FOTO: SHUTTERSTOCK

 


Topic

#pembelajarantatapmuka #corona #coronavirus #viruscorona #covid19 #dirumahsaja #dirumahaja #belajardirumah #workfromhome #vaksin #vaksincovid19 #sinovac

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia