5 Panduan Bijak Belanja Agar Tidak Panic Buying


 

Anjuran social distancing yang kini diubah menjadi physical distancing di tengah merebaknya virus corona atau COVID-19 membuat Anda dan keluarga lebih baik berada di rumah. Untuk itu, logistik rumah tangga harus terpenuhi. Aktivitas dapur harus tetap berjalan.
 
Akan tetapi, jangan sampai Anda terjebak panic buying untuk membeli berkardus-kardus makanan instan dan makanan siap saji lainnya. Pikirkan kembali dengan bijak tentang kebutuhan keluarga Anda sendiri dan kecukupan jatah untuk kebutuhan orang lain.
 
Tak hanya itu, yang juga menjadi penting adalah semua anggota keluarga harus makan sehat untuk menjaga daya tahan tubuh. Seperti yang dikatakan oleh Alyssa Pike, ahli gizi terdaftar sekaligus manajer komunikasi nutrisi di International Food Information Council, AS, mengatakan, “Meskipun mungkin terlihat sedikit berbeda dari biasanya, adalah mungkin untuk makan sehat ketika terjebak di rumah.” Intinya, jadikan makanan bergizi seimbang sebagai prioritas.
 
Berikut ini adalah panduan belanja selama anjuran physical distancing agar tak terjebak panic buying:
 

1. Bahan Makanan

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS merekomendasikan untuk menyimpan persediaan makanan selama 14 hari untuk setiap orang yang ada di rumah. Akan tetapi, bila Anda merasa lebih tenang memiliki stok untuk 3 minggu, maka silakan dihitung kembali. Tak perlu membeli bahan makanan lebih dari yang Anda butuhkan. Alyssa juga menyebut bahwa kuncinya adalah beli bahan makanan yang awet untuk disimpan yang bisa berupa makanan kering.
 
Anda bisa membeli beberapa bahan makanan berikut:

  • Sumber karbohidrat: sediakan beras dalam jumlah cukup. Beli pasta, roti dan gandum sebagai alternatif menu. Anda juga bisa membeli kentang karena umbi-umbian termasuk bahan makanan yang punya daya simpan cukup lama bila dimasukkan di dalam kulkas.

  • Sumber protein: Anda bisa membeli daging, unggas, atau ikan, dan bekukan di dalam freezer. Untuk protein nabati, bahan makanan segar seperti tahu dan tempe sayangnya tidak bisa disimpan terlalu lama. Sebagai pengganti, Anda bisa membeli tofu yang lebih awet untuk disimpan. Atau, pilih kacang-kacangan sebagai sumber protein.

  • Sayur: prioritaskan sayur yang daya simpannya lebih singkat seperti sayuran berdaun hijau (bayam, kangkung, atau sawi) untuk diolah di hari-hari pertama. Jangan lupakan sayur yang lebih awet untuk disimpan seperti wortel, buncis, kembang kol, brokoli, kacang panjang, kubis, atau labu siam.

  • Buah: bila mungkin, beli buah dengan tingkat kematangan yang berbeda-beda, misal 4 avokad yang matang hari ini untuk dimakan semua keluarga dan 4 avokad yang kira-kira akan matang di hari berikutnya agar tidak mudah busuk. Apel, pir, jeruk, termasuk buah yang lebih tahan lama. Pastikan Anda membeli buah yang kaya vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

  • Bumbu: pastikan Anda punya cukup stok untuk bawang merah, bawang putih, bawang bombai, cabai, rempah-rempah, garam dan gula, kecap, maupun saus lain.

  • Minyak

  • Susu: bila ada anak-anak atau bayi di rumah yang harus mengonsumsi susu, pastikan Anda membelinya dalam jumlah yang cukup untuk 2-3 minggu

  • Makanan dan minuman rekreasional: Anda juga bisa membeli makanan dan minuman rekreasional seperti kopi, teh, atau cokelat.


2. Produk Kebersihan

Selain makanan, Anda juga tentu membutuhkan ini. Yang bisa Anda masukkan ke daftar belanjaan antara lain:

  • Sabun atau hand sanitizer: Sesuai anjuran WHO dan CDC, mencuci tangan dengan sabun dan air adalah cara yang paling efektif untuk melindungi diri dari virus corona atau COVID-19. Hand sanitizer saat ini memang sudah langka, akan tetapi bila Anda berhasil mendapatkannya, maka jangan sampai membeli berlebihan. Cukup beli 1 ukuran yang cukup untuk masing-masing anggota keluarga dan hanya dipakai bila benar-benar dibutuhkan, misalnya saat pergi keluar rumah.

  • Perlengkapan Kebersihan Rumah Tangga: sediakan deterjen, sabun cuci piring, atau cairan pembersih lantai untuk 2 sampai 3 minggu ke depan. Melansir dari laman Kawal COVID19, Anda bisa membeli cairan pembersih yang mengandung alkohol (70%) atau bahan disinfektan lain seperti accelerated hydrogen peroxide (0.5%), benzalkonium chloride (0.05%), chloroxylenol (0.12%), atau sodium hypochlorite (0.05 – 0.5%). Bila memungkinkan, Anda bisa membeli sarung tangan karet yang bisa dipakai untuk bersih-bersih.


3. Personal Hygiene Care

Pastikan semua kebutuhan masing-masing anggota keluarga seperti sabun, sampo, atau pasta gigi stoknya cukup.

  • Feminine care: sediakan pembalut dalam jumlah yang cukup untuk persediaan.

  • Popok bayi atau keluarga lanjut usia dalam jumlah cukup.


4. Obat-obatan dan P3K

Dr. Marguerite Neill, M.D., spesialis penyakit menular di Brown University, AS, dalam wawancaranya dengan The New York Times menyarankan agar orang-orang yang diresepkan obat harusnya memiliki setidaknya pasokan untuk 30 hari. Di samping itu, sediakan P3K di rumah. Sediakan juga termometer di rumah untuk memantau suhu bila ada anggota keluarga yang demam.
 

5. Kebutuhan Peliharaan Anda

Jangan lupa juga sediakan kebutuhan makanan untuk peliharaan Anda.
 
Sekali lagi, berbijaklah untuk tidak membeli persediaan lebih dari yang Anda butuhkan. Perhitungkan baik-baik jumlah yang Anda butuhkan. Panic buying akan membuat persediaan langka dan menyebabkan orang yang membutuhkan tidak bisa mendapatkannya.
 

Baca juga:
4 Kesalahan Berbelanja
5 Tip Hemat Belanja di Supermarket
Belanja Sayur dan Buah Lewat Aplikasi Online
Mengatur Belanja Bahan Makanan
Anak Bisa Dilatih Belanja Bijak Sejak Dini, Ini Caranya!
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: UNSPLASH

 
 
 
 


Topic

#corona #coronavirus #covid19

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

5 Panduan Bijak Belanja Agar Tidak Panic Buying

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia